Foto: Grab
Foto: Grab

Grab AI DevX Connect 2026 Jadi Fondasi Operasional di Asia Tenggara

Mohamad Mamduh • 27 Januari 2026 15:04
Jakarta: Grab Indonesia sukses menyelenggarakan Grab AI DevX Connect 2026, sebuah forum komunitas developer dan teknologi, yang bertempat di Jakarta pada Sabtu (24/01). Acara ini menjadi panggung bagi Grab untuk memaparkan implementasi Artificial Intelligence (AI) secara transformasional, yang kini dijadikan sebagai kapabilitas fundamental untuk menopang seluruh operasional perusahaan di kawasan Asia Tenggara.
 
Pada tahun 2024, perusahaan ini sempat menghentikan sementara pengembangan fitur baru selama sembilan minggu demi fokus mengintegrasikan AI generatif ke dalam skala besar di seluruh tim teknologinya—meliputi engineering, produk, design, dan analytics.
 
Pendekatan ini dikenal sebagai AI-First with Heart, sebuah filosofi yang menegaskan bahwa AI dirancang untuk memperkuat kemampuan manusia, meningkatkan produktivitas, serta membantu tim bekerja lebih baik, lebih cerdas, dan lebih cepat, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan dan hasil. Hingga saat ini, Grab mengoperasikan lebih dari 1.000 model AI dan machine learning yang telah digunakan secara aktif di seluruh ekosistemnya.

Dalam forum tersebut, Grab membagikan berbagai contoh nyata integrasi AI ke berbagai fungsi, yang dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi mitra dalam ekosistemnya, termasuk Mitra Pengemudi dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
 
Salah satunya adalah Grab Merchant AI Assistant, sebuah asisten AI 24/7 yang terintegrasi di aplikasi GrabMerchant dan berfungsi sebagai penasihat bisnis virtual. Asisten ini memberikan rekomendasi bisnis dan operasional yang dipersonalisasi, seperti saran peningkatan penjualan, pembuatan kampanye iklan, hingga pembaruan menu. Hingga Desember 2025, fitur ini telah dimanfaatkan oleh satu dari empat merchant aktif Grab.
 
Untuk Mitra Pengemudi, ada AI Driver Companion yang memanfaatkan data historis dan real-time untuk memprediksi area dengan permintaan tinggi, sehingga membantu lebih dari 250.000 Mitra Pengemudi setiap minggu di Asia Tenggara memperoleh orderan secara lebih efisien hingga April 2025.
 
Selain itu, fitur Pelaporan Suara Berbasis AI memungkinkan pengemudi melaporkan kondisi jalan secara verbal—seperti banjir, kemacetan, atau pekerjaan jalan. Fitur ini menerima lebih dari 16.000 laporan per hari di tahun 2025, yang berkontribusi pada peningkatan akurasi dan kecepatan pembaruan GrabMaps.
 
Di sisi internal, Grab mengoperasikan platform berbasis AI untuk meningkatkan produktivitas. Mosaic, yang dikembangkan tim design, dapat menghasilkan ilustrasi dalam gaya desain khas Grab dalam waktu kurang dari 20 detik, menghemat sekitar 3.200 jam kerja per hari.
 
Grab Indonesia juga mengoperasikan Enigma, sebuah platform data internal berbasis AI yang memungkinkan tim dari berbagai fungsi mengakses data secara mandiri dengan cepat, akurat, dan terstandarisasi, sehingga mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.
 
Indonesia memegang peran sentral dalam perjalanan AI Grab, baik sebagai pasar utama untuk menjalankan sistem AI dalam skala besar maupun sebagai salah satu basis talenta teknologi terbesar Grab. Anan Kasetra, Head of Product Strategy & Product Operations di Grab, menjelaskan bahwa talenta teknologi asal Indonesia terlibat langsung dalam pengembangan dan penyempurnaan sistem AI Grab di skala regional.
 
Sementara itu, Andreas Tjendra, AI National Advisor sekaligus Director of Innovation KORIKA, mengapresiasi inisiatif ini, seraya menyebut bahwa Indonesia memiliki peluang ekonomi dari AI hingga USD366 miliar pada 2030, dan kegiatan seperti AI DevX Connect 2026 membantu mempersiapkan talenta teknologi Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan