Dalam waktu beberapa bulan ke depan, mereka berencana untuk meluncurkan armada mobil otonom di Amerika Serikat dan di kawasan lain, tulis CEO Mobileye Amnon Shashua dalam sebuah blog post.
Melalui pengujian ini, Intel/Mobileye berharap menunjukkan bahwa mobil otonom mereka 1.000 kali lebih aman dari mobil yang dikendarai manusia "tanpa harus memberikan bukti pengujian di jalan umum sejauh miliaran mil."
TechCrunch melaporkan, mobil-mobil ini dilengkapi dengan 12 kamera agar bisa "melihat" keadaan sekelilingnya dengan sudut 360 derajat. Delapan dari 12 kamera tersebut memiliki fungsi untuk melihat jarak jauh sementara empat sisanya untuk parkir.
Dalam pengembangan fase dua, yang akan dimulai dalam waktu beberapa minggu ke depan, Intel/Mobileye akan menambahkan radar dan LIDAR (Light Detection and Ranging) pada mobil otonom mereka.
"Fase penggunaan kamera saja adalah strategi kami untuk mencapai apa yang kami sebut sebagai penglihatan 'redudansi nyata'," tulis Shashua.
"Redudansi nyata maksudnya adalah sistem penghlihatan yang terdiri dari sekumpulan sistem penglihatan mandiri, masing-masing sistem dapat mengendarai mobil tanpa bantuan sistem lain."
Intel dan Mobileye memilih untuk menguji mobil mereka di Yerusalem untuk membuktikan bahwa mobil mereka dapat bekerja "di segala geografi dan dalam berbagai kondisi."
Shashua juga menyebutkan bahwa Yerusalem cocok untuk pengendara agresif dan jalan-jalannya tidak selalu memiliki tanda yang jelas. Dia berkata, di Yerusalem, banyak orang yang berlalu lalang di trotoar.
"Anda tidak bisa membuat mobil otonom yang berjalan pada kecepatan lambat, membuat kemacetan dan berpotensi membuat kecelakaan," tulisnya. "Anda harus bisa berkendara dengan baik dan membuat keputusan dengan cepat layaknya pengendara lokal."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News