Intel Uji Mobil Otonom di Yerusalem

Ellavie Ichlasa Amalia 18 Mei 2018 13:05 WIB
intelautonomous
Intel Uji Mobil Otonom di Yerusalem
CEO Mobileye Amnon Shashua. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)
Jakarta: Intel dan divisi mobil otonomnya, Mobileye mulai menguji 100 mobil otonom di Yerusalem.

Dalam waktu beberapa bulan ke depan, mereka berencana untuk meluncurkan armada mobil otonom di Amerika Serikat dan di kawasan lain, tulis CEO Mobileye Amnon Shashua dalam sebuah blog post

Melalui pengujian ini, Intel/Mobileye berharap menunjukkan bahwa mobil otonom mereka 1.000 kali lebih aman dari mobil yang dikendarai manusia "tanpa harus memberikan bukti pengujian di jalan umum sejauh miliaran mil."


TechCrunch melaporkan, mobil-mobil ini dilengkapi dengan 12 kamera agar bisa "melihat" keadaan sekelilingnya dengan sudut 360 derajat. Delapan dari 12 kamera tersebut memiliki fungsi untuk melihat jarak jauh sementara empat sisanya untuk parkir.

Dalam pengembangan fase dua, yang akan dimulai dalam waktu beberapa minggu ke depan, Intel/Mobileye akan menambahkan radar dan LIDAR (Light Detection and Ranging) pada mobil otonom mereka. 

"Fase penggunaan kamera saja adalah strategi kami untuk mencapai apa yang kami sebut sebagai penglihatan 'redudansi nyata'," tulis Shashua.

"Redudansi nyata maksudnya adalah sistem penghlihatan yang terdiri dari sekumpulan sistem penglihatan mandiri, masing-masing sistem dapat mengendarai mobil tanpa bantuan sistem lain."

Intel dan Mobileye memilih untuk menguji mobil mereka di Yerusalem untuk membuktikan bahwa mobil mereka dapat bekerja "di segala geografi dan dalam berbagai kondisi."

Shashua juga menyebutkan bahwa Yerusalem cocok untuk pengendara agresif dan jalan-jalannya tidak selalu memiliki tanda yang jelas. Dia berkata, di Yerusalem, banyak orang yang berlalu lalang di trotoar. 

"Anda tidak bisa membuat mobil otonom yang berjalan pada kecepatan lambat, membuat kemacetan dan berpotensi membuat kecelakaan," tulisnya. "Anda harus bisa berkendara dengan baik dan membuat keputusan dengan cepat layaknya pengendara lokal."



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.