Untuk Indonesia, LG Tetap Bidik Pasar Premium
LG merilis smartphone terbarunya tahun ini di Indonesia yakni LG G7+ ThinQ.
Jakarta: Sebagian konsumen di Indonesia mungkin sepakat bahwa manuver LG di Indonesia tidak segencar merek lain, misalnya Xiaomi. Menurut pihak LG Electronics Indonesia, mereka punya strategi sendiri.

Head of LG Mobile Communications Indonesia Heegyun Jang menuturkan bahwa LG sudah dikenal sebagai salah satu pemain pasar smartphone segmen premium di Indonesia, sehingga tidak ada lagi alasan untuk LG meninggalkan legendanya di segmen tersebut.

"Berdasarkan pengalaman kami bertahun-tahun kami melihat konsumen LG, mereka lebih menginginkan smartphone segmen premium. Konsumen kami menginginkan smartphone dengan spesifikasi tertinggi dan terbaru,sama seperti di Indonesia," tutur Heegyun.


Dia sendiri tidak menyebutkan seberapa besar konsumen LG di segmen smartphone premium, tapi menurutnya paling besar.

Hal ini juga yang oleh Heegyun disebut sebagai alasan LG membawa versi spesifikasi tertinggi dari LG G7+ ThinQ ke Indonesia, yang menggunakan RAM 6GB dan memori internal 128GB.

"Di Indonesia banyak sekali konsumen di segmen premium, baik anak muda hingga dewasa.Jadi menurut kami smartphone premium kami akan lebih mudah diterima," imbuh Heegyun.

Dia menilai bahwa pasar smartphone segmen premium di Indonesia memang tidak lebih besar dari segmen mid-range maupun affordable, tapi peluang di segmen itu juga sangat besar.

Apabila melihat segmen premium di Indonesia memang pemainnya hanya sedikit. Sebut saja Samsung, iPhone, dan LG.  Sony sudah lebih dulu mundur dari bisnis smartphone di Indonesia. Jadi langkah LG berdasarkan penuturan Hyeegun memang masih masuk akal.

"Kami terkenal di segmen produk lainnya selain smartphone sebagai penyedia produk segmen premium oleh sebab itu di bisnis smartphone juga kami fokus di segmen premium. LG sejak awal memang kuat di segmen premium dan kami akan terus menjadi pionir di segmen tersebut," ujar Hyeegun.

Saat ditanya mengenai model smartphone yang akan dibawa LG ke Indonesia selanjutnya Hyeegun tidak mau menyebutkan. Namun, dia mengindikasikan bahwa sejauh ini LG belum ada rencana membawa smartphone untuk segmen menengah bahkan entry level.

Perihal persaingan dengan ASUS yang membawa ZenFone 5Z yang juga menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 845 seperti LG G7+ ThinQ tapi dibanderol lebih murah, Heegyun enggan berkomentar.

Menurutnya tetap saja smartphone LG yang hadir di segmen premium pasti memiliki fitur-fitur yang menjadi kelebihan.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.