Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi
Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi

DEWG Bahas Toolkit Keterampilan dan Literasi Demi Atasi Kesenjangan Digital

Cahyandaru Kuncorojati • 21 Mei 2022 12:03
Jakarta: Pandemi Covid-19 telah membuka adanya isu kesenjangan digital. Oleh karena itu setiap negara memiliki tantangan berkaitan dengan upaya memenuhi infrastruktur dan layanan digital, akses dan perangkat jaringan yang terjangkau serta adalah keterampilan dan literasi digital. 
 
Dalam Lokakarya Perangkat untuk Mengukur Keterampilan Digital dan Literasi Digital yang menjadi bagian dari side event Pertemuan Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia, delegasi anggota negara G20 memberikan perhatian atas empat hal yang berkaitan dengan keberadaan perangkat untuk mengukur keterampilan dan literasi digital.
 
“Terlepas dari masalah kesenjangan digital, literasi digital adalah alat pemberdayaan untuk mencapai pembangunan ekonomi digital yang lebih inklusif,” ujar Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi sebelum menutup lokakarya yang berlangsung di Yogyakarta, Kamis 19 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedy Permadi yang menjadi Alternat Chair DEWG G20 menyatakan di kalangan negara anggota G20, kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan dan literasi digital tetap menjadi agenda utama. 
 
“Seiring dengan meningkatnya permintaan akan keterampilan dan literasi digital, peningkatan pengukuran dan melengkapi kesenjangan pengukuran yang ada dari perangkat digital sebelumnya menjadi relevan,” tuturnya.
 
Oleh karena itu, Presidensi G20 Indonesia mengajukan perangkat untuk mengukur keterampilan dan literasi digital yang telah dibahas. Dedy mengharapkan agar pembahasan bermanfaat bagi negara anggota G20. Ia menyatakan ada empat hal menjadi perhatian anggota delegasi. 
 
“Pertama, anggota G20 menghargai dan mendukung upaya Presidensi G20 Indonesia dalam mengembangkan perangkat untuk mengukur keterampilan dan literasi digital,” tuturnya.
 
Kedua, menurut Dedy Permadi perangkat pengukuran atau toolkit diformulasikan untuk mengakomodasi konteks sosial dan ekonomi setiap anggota G20. 
 
“Selanjutnya, anggota G20 dapat memodifikasi indikator berdasarkan prioritas mereka saat ini,” ujarnya.
 
Ketiga, Alternate Chair DEWG G20 Dedy Permadi menghargai perhatian akan aspek metodologi dan kemampuan menjangkau masyarakat marginal.
 
“Meskipun ada konsensus umum tentang substansi toolkit, ada beberapa kekhawatiran mengenai metodologi dan kemampuan toolkit beradaptasi untuk menjangkau kelompok marginal dan penerapannya di negara berkembang,” jelasnya.
 
Adapun keempat, delegasi DEWG G20 mengakui keberadaan instrumen untuk mengukur keterampilan dan literasi digital. Namun demikian, Dedy Pemadi mengusuln agar toolkit yang ada dapat memperkaya indikator yang telah digunakan di beberapa negara.
 
“Kami mengakui bahwa beberapa negara telah memiliki beberapa instrumen dalam mengukur keterampilan dan literasi digital. Dalam hal ini, toolkit yang diusulkan mungkin berguna untuk meningkatkan dan memperkaya beberapa indikator dalam pengukuran atau kerangka kerja,” harapnya.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif