Warung Pintar ini bertujuan mempersiapkan masyarakat Indonesia agar dapat meningkatkan komunitas di sekitar mereka, melalui solusi digital bagi hal paling mendasar. Hingga saat ini, Warung Pintar telah memiliki delapan unit warung yang tersebar di wilayah Jabodetabek.
Secara umum, warung juga telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Hingga saat ini, sebagian besar masyarakat masih banyak memanfaatkan warung untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan dan minuman.
"Kenyataan bahwa teknologi seharusnya dapat diakses olah siapa saja, maka Warung menjadi wadah yang tepat bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengambil peran dalam ekonomi digital”, ujar CEO Warung Pintar Agung Bezharie.
Sementara itu, dukungan teknologi dalam proyek Warung Pintar dihadirkan East Ventures dalam 3 pilar, yakni IoT, big data analytics dan blockchain?. Penerapan IoT ditujukan untuk meningkatkan akurasi pemasukan data ritel.
Selain itu, penerapan teknologi big data analytics ditujukan untuk memahami perilaku para pelanggan dengan lebih baik. Sedangkan teknologi blockchain diterapkan guna menciptakan transparansi dan kepercayaan kepada pemilik warung.
Warung Pintar diklaim menggunakan pendekatan berbeda untuk melayani segmen masyarakat awam teknologi. Warung Pintar tidak hanya menyediakan platform digital, juga membangun platform fisik dan memberikan solusi end-to-end dari pencarian lahan, pendanaan, promosi, hingga pemasaran.
Warung Pintar menggandeng startup berbasis teknologi sebagai mitra Warung Pintar, seperti MokaPOS untuk sistem di kasir, Jurnal.id untuk sistem pencatatan keuangan dan akuntansi.
Pelanggan Warung Pintar juga dapat mengisi ulang pulsa serta membeli tiket dan barang-barang lainnya, berkat kerja sama dengan Kudo.
Sementara itu, sistem pengadaan produk dan sistem distribusi last-mile disediakan oleh startup bernama Do-cart, sedangkan sistem distribusi gudang dikelola oleh Waresix.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News