NEWSTICKER
Pelaku penipuan dengan berpura-pura menjadi mitra pengemudi, restoran dan pelanggan Gojek tertangkap.
Pelaku penipuan dengan berpura-pura menjadi mitra pengemudi, restoran dan pelanggan Gojek tertangkap.

Ini Teknik Penipuan yang Memanfaatkan Akun Palsu Gojek

Teknologi teknologi gojek
Lufthi Anggraeni • 27 Februari 2020 08:50
Jakarta: Masyarakat mungkin lebih banyak mendengar pemberitaan terkait dengan konsumen yang mengalami kasus penipuan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan perusahaan penyedia layanan pemesanan transportasi via aplikasi, salah satunya Gojek.
 
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa salah satu startup Unicorn pertama di Indonesia ini juga mengalami penipuan yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab, seperti yang dilakukan oleh MZ, warga asal kota Malang, Jawa Timur.
 
MZ dilaporkan terciduk pihak kepolisian akibat memperdaya Gojek dengan bertindak seolah menjadi mitra pengemudi, pemilik restoran, dan pelanggan. Dalam aksinya, MZ menggunakan akun palsu dengan dukungan sekitar 40 unit smartphone, dan 8.850 kartu SIM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan peralatan tersebut, MZ memiliki sebanyak 41 akun mitra pengemudi, 31 akun restoran dan puluhan akun pelanggan, dan dimanfaatkannya untuk melakukan transaksi palsu umumnya di fitur GoFood dan GoBiz.
 
Akun pelanggan ini dibuat tersangka dengan memanfaatkan kartu perdana Axis yang telah teregistrasi dengan menggunakan KK (kartu keluarga) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik orang lain.
 
Dalam modus yang dilancarkannya, MZ bertindak sebagai pemesanan makanan, dengan tujuan utama untuk mencari keuntungan dari poin atau bonus dalam aplikasi Gojek.
 
Head Corporate Affairs Gojek Jawa Timur dan Bali Nusra Alfianto Domy Aji menyebut pihak Gojek mengalami kerugian sebesar Rp400 juta. Kasus penipuan bukan hal baru di ranah penyedia layanan via aplikasi atau online, meski sebelumnya lebih merugikan konsumen.
 
Tidak hanya menimpa masyarakat umum, kasus penipuan ini juga dialami oleh sejumlah figur publik. Umumnya, figur publik ini mengalami kasus penipuan melalui akun pembayaran online seperti yang dialami Aura Kasih dan Maia Estianty.
 
Umumnya, modus penipuan berbasis Gopay dibalut dengan rekayasa sosial agar pelaku bisa mendapatkan kode one time password (OTP) korban. Teknik rekayasa sosial ini misalnya bisa berupa iming-iming hadiah.
 
Hingga saat ini, sebagian besar aplikasi dan layanan pembayaran online masih mengandalkan OTP sebagai metode untuk memastikan bahwa upaya masuk ke akun aplikasi benar-benar dilakukan oleh pemilik nomor.
 
Pada modus ini, pelaku masuk ke aplikasi Gojek dengan menggunakan nomor telepon korban. Kemudian ia meminta OTP agar dikirimkan ke nomor tersebut. Lalu saat OTP masuk ke nomor ponsel korban, ia menghubungi korban untuk meminta kode OTP.
 
Sementara itu, modus penipuan pengalihan tergolong paling baru dan unik, seperti yang dialami oleh Maia Estianty saat menggunakan aplikasi Gofood. Modus penipuan ini juga dibalut dengan rekayasa sosial agar Maia mau mengetikkan kode USSD.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif