Kominfo mencabut izin penggunaan frekuensi oleh Internux dan First Media.
Kominfo mencabut izin penggunaan frekuensi oleh Internux dan First Media.

Frekuensi Dicabut, Bagaimana Nasib Pelanggan Bolt?

Teknologi telekomunikasi first media bolt
Ellavie Ichlasa Amalia • 28 Desember 2018 15:41
Jakarta:Kementerian Komunikasi dan Informatika resmi menghentikan izin penggunaan frekuensi 2,3GHz oleh PT Internux, yang memiliki merek Bolt, dan PT First Media. Ini berarti, kedua perusahaan itu tidak lagi bisa melayani para pelanggan mereka.
 
Menurut Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Informatika/Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail, per 25 Desember, masih terdapat 5.056 orang yang memiliki kuota atau paket data dengan nilai lebih dari Rp100 ribu.
 
"Kami meminta para operator telekomunikasi untuk menindaklanjuti tata cara pengembalian pulsa dan kuota milik pelanggan dan hak pelanggan lainnya," kata Ismail saat ditemui di kantor Kominfo, Jumat, 28 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terkait proses pengembalian pulsa dan hak pelanggan lainnya, Kominfo dan BRTI akan memantau prosesnya."
 
Terkait batas waktu pengembalian kuota pelanggan, Ismail ingin agar Internux dan First Media mengembalikan hak pelanggan secepatnya.
 
"Kami akan berkoordinasi dengan dua perusahaan itu untuk menyiapkan gerai sehingga pelanggan bisa melakukan klaim atas haknya, seperti pulsa," katanya.
 
Namun, pihak Kominfo belum mendapatkan informasi yang detail dari Internux atau First Media tentang cara yang akan mereka gunakan untuk mengembalikan pulsa dan kuota milik pengguna.
 
Ismail menjelaskan, First Media dan Internux seharusnya berhenti menggunakan frekuensi 2,3GHz pada bulan lalu. Namun, ketika itu, masih ada 10.169 pelanggan yang memiliki kuota atau paket data dengan nilai lebih dari Rp100 ribu. Karena itulah, Kominfo memutuskan untuk melakukan penundaan.
 
Per 25 Desember, jumlah pelanggan yang memiliki kuota atau paket data bernilai lebih dari Rp100 ribu telah berkurang menjadi 5.056 orang.
 
Angka ini dianggap telah mengalami pengurangan yang signifikan. Karena itulah, Kominfo merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menghentikan penggunaan frekuensi 2,3GHz.
 
"Kominfo tegas dan konsisten pada peraturan yang berlaku, tapi kami juga mempertimbangkan dan mengutaman kepentingan pelanggan. Karena pengakhiran penggunaan frekuensi berarti pelanggan tidak lagi dapat menggunakan layanan telekomunikasi dari PT. Internux dan PT First Media," kata Ismail.
 
Memang, sejak 19 November, Kominfo telah melarang kedua operator untuk mencari pelanggan baru. Pelanggan dari kedua perusahaan juga tidak lagi bisa menambah pulsa atau membeli paket baru. Sementara untuk para pelanggan yang masih memiliki paket data atau kuota hingga hari ini, mereka akan bisa meminta ganti rugi pada Internux dan First Media.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi