Ilustrasi.
Ilustrasi.

Alibaba Manfaatkan Cloud Hadang Pandemi Virus Korona

Teknologi alibaba corporate transformasi digital
Cahyandaru Kuncorojati • 20 Maret 2020 10:31
Jakarta: Pandemi virus Korona atau Covid-19 mungkin dilihat sebagai sebuah perang bagi dunia kesehatan padahal di dalamnya juga ada teknologi yang digunakan untuk memerangi pandemi tersebut. Hal ini dibeberkan oleh Alibaba Cloud dari Alibaba Group.
 
Teknologi dan layanan cloud milik mereka diklaim ikut berkontribusi dalam pengembangan aplikasi berbasis cloud dan kecerdasan buatan atau AI yang dilatih mempelajari data dari pandemi virus Korona. Tujuannya untuk membantu proses penelitian para ahli medis.
 
Alibaba Cloud dan Alibaba DAMO Academy mengklaim telah mengembangkan AI dan platform pembelajaran jarak jauh yang bisa mempermudah proses komunikasi dan tugas ahli medis. Misalnya mereka memperkenalkan aplikasi bernama DingTalk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


DingTalk adalah aplikasi pembelajaran jarak jauh yang diklaim sudah didukung oleh UNESCO sebagai alat komunikasi selama wabah virus Korona. Alibabab Cloud melakukan upgrade dengan membuat DingTalk bisa digunakan oleh ahli medis di berbagai negara secara gratis.
 
DingTalk menyediakan video conference dengan kecerdasan buatan untuk menerjemahkan 11 bahasa secara real-time. Jadi ahli medis di Tiongkok yang sudah bergulat dengan wabah ini lebih awal bisa bekerja sama dengan ahli medis di berbagai negara tanpa terbentuk perbedaan bahasa.
 
Alibaba DAMO Academy juga sudah mengembangkan tiga teknologi berbasis AI dari Alibaba Cloud yang bisa digunakan ahli medis di berbagai negara secara gratis. Teknologi yang disediakan sudah diuji dan terbukti valid untuk membantu ahli medis bekerja.
 
Pertama ada solusi untuk memprediksi epidemi. Kemampuan AI yang berbasis di Alibabab Cloud bisa mengolah data dan memberikan perkiraan ukuran, waktu tersibuk (peak time) selama periode epidemi. Kemudian teknologi ini juga bisa memberikan tren penyebaran dnegan tingkat kategori tertentu.
 
Alibabab Cloud mengklaim teknologi AI ini telah diuji di 31 data provinsi di Tiongkok dengan tingkat akurasi rata-rata 98 persen. Jadi hasil riset teknologi ini menjadi acuan bagi pemerintah dan ahli medis mengambil kebijakan.
 
Kedua adalah solusi analisis CT Imaging. AI berbasis Alibaba Cloud sudah dirancang untuk mempelajari setiap data CT Imaging sehingga mampu dengan cepat mendiagnosa virus Korona pada pasien. Proses analisa hanya membutuhkan waktu beberapa belas detik saja.
 
Teknologi analisis CT Imaging dari AI Alibaba Cloud mampu membedakan virus Korona dan pneumonia pada seseorang serta membaca kondisi di paru-paru pasien secara akurat. Diklaim mereka bahwa teknologi ini sudah digunaakan di 160 rumah sakit di Tiongkok.
 
Ketiga, algoritma AI di Alibaba Cloud juga sudah diimpelemntasikan untuk solusi diagnostik virus Korona melalui sekuensing genom virus tersebut. Cara ini mempermudah dan mempersingkat ahli medis mengumpulkan sampel virus Korona dan memprediksi kemungkinan virus bermutasi.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif