Melihat Performa Game Dua Ponsel Menengah
Peluncuran ASUS ZenFone Max Pro M1.
Jakarta: Kini hampir semua smartphone merilis produk dengan embel mampu menyajikan pengalaman gaming terbaik. Sejauh ini, memang tidak ada definisi persis seperti apa smartphone gaming, karena sejak lama smartphone memang bisa menjalakan game.

Seiring populernya industri game, segmen game mobile semakin kompleks, dalam artian menyediakan pengalaman atau interaksi di dalam game yang semakin seru.

Hal ini mendorong setiap merek menyiapkan satu produk yang benar-benar bisa memenuhi pengalaman gaming tadi. Beberapa prasyarat sebuah smartphone disebut smartphone gaming di antaranya performa dapur pacu dikombinasikan baterai.


ASUS tidak ketinggalan ikut mengimplementasikan pandangan di atas. Mereka menyediakan smartphone gaming di harga terjangkau lewat ZenFone Max Pro M1 yang mengusung tagline "Limitless Gaming".

Sejatinya, ASUS ZenFone Max Pro M1 awalnya adalah smartphone yang mengunggulkan kapasitas baterai jumbo. ASUS ZenFone Max Pro M1 hadir dengan baterai terbesar di pasar smartphone Indonesia, 5.000 mAh.

Kapasitas baterai yang besar tersebut menjadi acuan ASUS mengusung tagline "Limitless Gaming", yang artinya bermain tanpa batas. Pada presentasi peluncuran ASUS ZenFone Max Pro M1, ASUS menyampaikan bahwa baterai produknya mampu bertahan cukup lama di beberapa game.

Di antaranya 11,3 jam untuk game Mobile Legend: Bang Bang, 8 jam di game Rules of Survival, sembilan jam di game Free Fire, dan 7,3 jam untuk game PUBG Mobile.



Dapur pacunya didukung proses buatan Qualcomm yakni Snapdragon 636 dengan pilihan varian kapasitas RAM dan memori internal yang banyak, mulai dari 3/32GB, 4/64GB, dan 6/64GB yang bisa ditambah MicroSD hingga 256GB.

Perpaduan prosesor dan kapasitas baterai diklaim ASUS mampu diajak gaming sangat lama tanpa cemas. Bukan cuma ASUS, Oppo juga ikut dalam tren ini. Oppo menghadirkan Oppo F9 yang juga diklaim sebagai smartphone gaming. Oppo F9 sendiri dikenal mengunggulkan kemampuan kameranya.



Oppo F9 hadir dengan prosesor MediaTek Helio P60 yang didukung varian RAM dan memori internal 4/64GB dan 6/64GB yang baru menyusul bulan lalu. Memorinya bisa ditambah MicroSD 256GB. Kapasitas baterainya sebesar 3.500 mAh.

Medcom.id melakukan pengujian untuk bermain game PUBG Mobile. Di awal pemasangan game, PUBG Mobile langsung mengenali keduanya memiliki spesifikasi yang pas untuk berjalan di kelas medium atau menengah.



Medcom.id kemudian mengubah kualitas grafisnya ke kualitas HD, framerate di tingkat high, dengan fitur anti-aliasing diaktifkan serta auto adjust framerate di non-aktifkan. Kemudian keduanya kami mainkan di tingkat cahaya layar sebesar 50 persen.

Terpantau keduanya mampu berjalan lancar di awal permainan. Seiring waktu, kedua smartphone mulai terasa sedikit hangat namun masih normal, yang tetap menjadi penilaian baik bagi keduanya. Suhunya hanya berkisar antara 34-37 derajat celcius, berdasarkan pemantauan menggunakan thermal gun.
 
Perangkat ASUS ZenFone Max Pro M1 Oppo F9
Konsumsi Baterai (per 10 menit) 3% 4%
Suhu 34-37 celcius 34-37 celcius


Di tengah permainan, Oppo F9 mulai mengalam permainan yang tersendat. Medcom.id sempat mengira kualitas WiFi memburuk, tapi ternyata indikator sinyal masih hijau penuh, dan angka ping tergolong rendah. Sementara ASUS ZenFone Max Pro M1 tetap berjalan lancar.

Hal ini sedikit menunjukkan bahwa kualitas prosesor Qualcomm Snapdragon 636 di ASUS ZenFone Max Pro M1 lebih optimal dan bisa diandalkan sangat konfigurasi grafis permainan dibuat lebih tinggi dari yang dianjurkan.

Dalam soal konsumsi baterai Oppo F9, menghabiskan baterai sebesar empat persen setiap durasi permainan 10 menit, sementara ASUS ZenFone Max Pro M1 hanya berkurang tiga persen untuk durasi yang sama. Jadi Anda bisa bermain game lebih lama lagi, bahkan masih sempat update di media sosial.

Berkaca dari hal tersebut, tampaknya ASUS ZenFone Max Pro M1 masih menang dari Oppo F9. Sebagai tambahan, ASUS ZenFone Max Pro M1 menang banyak dalam soal harga. Varian RAM 6GB dan memori internal 64GB dibanderol Rp3,4 juta, sementara Oppo F9 dengan RAM 4GB dan memori sama, harganya Rp5 juta.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.