Drone Ini Bisa Terbang Selama Dua Jam
Drone US-1. (Impossible Aerospace)
Jakarta: Sebuah startup bernama Impossible Aerospace mengklaim bahwa drone buatan mereka -- yang diujuluki "baterai terbang -- bisa mengudara selama dua jam.

Jika itu benar, maka drone bernama US-1 ini akan bisa bertahan di udara selama hampir lima kali lipat lebih lama dari drone lain yang ada di pasar saat ini. 

Sekilas, durasi terbang drone ini terdengar tidak masuk akal, mengingat perusahaan drone kesulitan untuk bisa membuat drone yang bisa bertahan di udara selama 25-30 menit dalam satu kali pengisian baterai, lapor Engadget,


Namun, pendiri dan CEO Impossible Aerospace, Spenccer Gore mengatakan bahwa US-1 bisa mengudara dalam waktu lama karena sumber daya dari drone ini juga berfungsi sebagai bodinya. Inilah yang membuatnya dijuluki "baterai terbang". 



"Kami sadar bahwa kami bisa membuat baterai yang kuat dan mengintegrasikan teknologi keamanan pada baterai untuk menyelesaikan masalah berupa karakteristik baterai lithium-ion yang sulit untuk ditebak," kata Gore pada Forbes.

"Drone kami terbuat dari banyak cell kecil, sama seperti baterai buatan Tesla dan kami menggunakan cell itu untuk membuat bodi dari drone kami."

Gore dulu bekerja di SpaceX dan sempat menjadi teknisi baterai di Tesla. Dia mengatakan metode yang dia gunakan pada drone buatannya adalah metode yang harus digunakan oleh pesawat elektrik jika ia mau bersaing dengan pesawat tradisional yang menggunakan bahan bakar avtur. 

US-1 memiliki bodi sepanjang 26 inci dan dapat terbang dengan kecepatan 42 mil per jam. Impossible Aerospace menyebutkan bahwa Anda bisa mengisi baterai dari drone ini dalam waktu kurang dari satu jam sehingga Anda bisa kembali mengudara tanpa harus menunggu lama. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.