Football Manager 26
Football Manager 26

Review Game

Football Manager 26, Makin Jadi Manajer Sepak Bola

Mohamad Mamduh • 29 November 2025 17:21
Jakarta: Setelah jeda satu tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat pembatalan FM25, Sega bersama Sports Interactive (SI) meminta komunitas untuk percaya pada visi dua tahun mereka.
 
Janjinya sangat ambisius: Change The Game. Visi ini ditopang oleh tiga pilar: transisi penuh ke engine Unity, perombakan total antarmuka (UI), dan kehadiran Sepak Bola Wanita.  
 
Saya sendiri merupakan gamer Football Manager. Memainkannya sejak masih SMA dimulai dari seri Championship Manager, game ini memang memberikan kesempatan yang besar kepada orang-orang yang gemar meracik taktik dan strategi dalam bentuk olahraga.

Pada Football Manager 26, selain dapat meneruskan save game dua seri sebelumnya, kita juga menjadi tersadar bahwa menjadi seorang manajer sepak bola memang sangat menantang.
 
Football Manager 26, Makin Jadi Manajer Sepak Bola
 
Transisi Football Manager 26 ke engine Unity harus diakui memberikan pengalaman visual terkaya dalam sejarah seri. Gerakan pemain kini terasa sangat mengalir berkat data Hawk-Eye dan sesi motion capture khusus. Lingkungan stadion terasa unik, dan lisensi resmi Premier League memberikan atmosfer pertandingan yang luar biasa. 
 
Untuk pertama kalinya, manajer dapat benar-benar melihat apakah instruksi mereka dijalankan, mengubah match engine 3D menjadi alat analisis taktis yang nyata. Satu fitur lagi yang membuat membuat pengalaman makin menarik adalah Tactical Game-Changer. Manajer kini dapat mengatur lembaran taktik yang terpisah untuk fase menguasai bola dan saat tidak menguasai bola.  
 
Football Manager 26, Makin Jadi Manajer Sepak Bola
 
Dampaknya sangat besar. Strategi gegenpress yang terlalu kuat yang mendominasi seri ini selama bertahun-tahun telah mati. Gaya taktis lain, seperti membangun serangan dengan sabar atau parkir bus dengan low block, kini tidak hanya dapat dijalankan tetapi juga terasa dampaknya.
 
Penghapusan Touchline Shouts atau berteriak dari Pinggir Lapangan rasanya masuk akal. Football Manager 26 tidak lagi mengajak kita untuk melakukan spam teriak, tetapi lebih mengajak kita melakukan penyesuaian taktis yang berdampak.  
 
Selain simulasi pertandingan, elemen utama kedua dari Football Manager adalah antarmuka utama. Ia menampilkan semua informasi dan akses penting dalam mengelola klub, mengatur jadwal latihan, bursa transfer, sampai ke manajemen pemain. Harus diakui, semakin banyak aspek yang muncul pada halaman utama, yang rasanya cenderung berlebihan. 
 
Football Manager 26, Makin Jadi Manajer Sepak Bola
 
Pada seri sebelumnya, saya masih bisa menyesuaikan akses mana yang sering dipilih secara cepat. Dalam Football Manager 26, desain Tiles and Cards yang baru seperti dipaksakan untuk memberikan kesan yang berbeda dari seri sebelumnya. Oleh karena itu, sepanjang permainan terlihat sangat kompleks dan memerlukan klik yang lebih banyak pada beberapa tugas sederhana.
 
 Sementara itu, saat mengatur latihan dan hal lainnya terkait persiapan pemain, rasanya lumayan jauh untuk mengakses beberapa pengaturan yang sudah simpel di seri sebelumnya. Di sisi lain, sistem rekrutmen TransferRoom yang didasarkan pada platform dunia nyata. Ini merupakan hub rekrutmen all-in-one yang cerdas dan membuat bursa transfer semakin menarik.  
 
Football Manager 26, Makin Jadi Manajer Sepak Bola
 
Kehadiran Sepak Bola Wanita dalam Football Manager 26 merupakan keunggulan tersendiri. Bukan reskin, ini adalah integrasi satu dunia sepak bola dengan database sekitar lebih dari 36.000 pemain dan lisensi besar seperti WSL, NWSL, UWCL, memberikan pengalaman yang baru.
 
Football Manager 26, Makin Jadi Manajer Sepak Bola
 
PLATFORM: PS5
DEVELOPER: Sucker Punch
PUBLISHER: Sony Interactive Entertainment
TANGGAL RILIS: 2 Oktober 2025
GENRE: Action-Adventure

 
Kesimpulan
Kehadiran Football Manager 26 mungkin belum bisa memenuhi ekspektasi banyak penggemar. Ia hadir memberikan serangkaian fitur dan engine baru yang membuat pengalaman pertandingan lebih menarik.
 
Sayangnya, desain antarmuka dan akses terhadap fitur-fitur yang sudah dikembangkan secara baik pada seri sebelumnya, terasa agak menyulitkan. Tampilan grafis yang lebih baik, ditambah kehadiran sepak bola perempuan masih bisa menutupi kekurangan ini. 
 
 
7.9
Football Manager 26
Plus
  • Sepak Bola Wanita
  • Bisa meneruskan save seri sebelumnya
  • Simulasi pertandingan lebih mulus
Minus
  • Antarmuka terlalu kompleks

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan