Karakter Bayek dari Assassin's Creed Origins.
Karakter Bayek dari Assassin's Creed Origins.

Karakter Assassin's Creed Ikut Tampil di Monster Hunter: World

Teknologi games ubisoft assassin creed
Cahyandaru Kuncorojati • 30 Desember 2018 13:07
Jakarta: Game Monster Hunter: World kembali melalukan crossover dengan game lain, Assassin's Creed.
 
Dikutip dari Digital Trends,crossover ini memang tidak diumumkan secara besar-besaran. Ini dinilai memberikan sebuah konten baru dan segar kepada game tersebut sehingga tidak ditinggalkan pemainnya.
 
Event yang dihadirkan lewat update bernama SDF: Silent, Deadly, Fierce akan menampilkan konten berupa outfit dan skin serta aksesori dari dua karakter franchise Assassin's Creed, yaitu Bayek dari seri Assassin's Creed Origins dan Ezio Auditore dari Assassin's Creed II.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mendapatkan konten tersebut, pemain akan diberikan quest khusus yang disebut kali ini tidak mudah seperti quest lainnya. Pemain harus mengalahkan tiga mosnter sekaligus bernama Odoragon, Devilijiho, dan Lunastra.
 
Ketiga monster ini akan muncul bersamaan sehingga harus mengajak pemain lain untuk mengalahkannya. Salah satu triknya adalah dengan mengalahkan salah satu monster dan menjinakannya untuk digunakan membantu menyerang sisa monster yang lain.
 
Nantinya pemain akan mendapat satu buah bulu dari burung Senu yang tidak lain adalah burung elang pendamping Bayek di Assassin's Creed Origins.
 
Dibutuhkan dua buah bulu dari Senu untuk bisa ditukar dengan outfit dan armor karakter Bayek. Namun konten tersebut hanya bersifat kosmetik saja alias tampilan luar tanpa efek atau fungsi spesial.
 

 
Sementara outfit dari Ezio Auditore yang juga didapatkan dengan menukarkan dua buah bulu Senu memiliki efek berupa mode stealth serta menambah kecepatan karakter sehingga pemain bisa mendekati monster tanpa diketahui dan memberikan serangan lebih besar.
 
Event crossover ini hanya akan berlangsung hingga 10 Januari 2019. Sangat disarankan setiap pemain segera mencari tim yang juga sama-sama memiliki target untuk mendapatkan konten dari Assassin's Creed tersebut.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi