Karakter ini sempat muncul di beberapa game seperti Fortnite dan Roblox, meski sebelumnya pernah dihapus dari game Steal a Brainrot akibat sengketa hak cipta. Kini, fenomena tersebut menginvasi Valorant melalui peretasan yang mampu mendeteksi serta mengeliminasi pemain lawan secara otomatis.
Cepat Hancurkan Lawan dan Sindir Anti-Cheat
Berdasarkan cuplikan video yang diunggah akun Valorant Tactic, rekaman diambil dari sudut pandang peretas. Tampilan senjata first-person pada layar tampak digantikan oleh wujud fisik karakter Tung Tung versi gelap.Saat ronde pertama dimulai, siluet musuh langsung terlihat menembus dinding (wallhack) disertai garis target berwarna-warni yang membentang di seluruh peta. Pemain tersebut dengan mudah mengeliminasi lima lawannya sekaligus hingga meraih gelar ace. Modus serupa kembali terulang pada pertandingan di peta berbeda, di mana sang peretas meluncur cepat ke arah tim lawan dan memenuhi papan kill feed dalam sekejap.
Unggahan tersebut kian ramai diperbincangkan usai analis Valorant, Vladk0r, membagikan ulang video tersebut. Ia menyertakan sindiran bertuliskan "kernel level anticheat vs tung tung tung cheat-hur". Pernyataan ini merespons kekhawatiran Presiden Esports Valorant, Leo Faria, terkait integritas kompetitif dalam ajang Valorant Champions Tour (VCT) yang rencananya makin banyak digelar secara daring pada 2027.
Riot Games Buka Suara
Menanggapi video yang memicu kegaduhan tersebut, Anti-Cheat Lead Riot Games, Phillip Koskinas, memberikan konfirmasinya. Ia menegaskan bahwa akun yang terlibat sebenarnya telah diblokir jauh sebelum videonya viral di internet.Melalui unggahan di platform X pada 9 September, Koskinas mengidentifikasi akun peretas tersebut beridentitas FaeL o Anacondo#br1. Akun itu resmi dijatuhi sanksi pemblokiran (banned) pada 3 September setelah memainkan tiga pertandingan. Koskinas menyebut cheat tersebut berbasis "Sysinfo" dan menyindir aksinya sebagai tindakan berkualitas rendah (lowskill vibeslop).
(Nur Aldiansyah Amirulloh)