CEO EA: Loot Box Bukan Judi
Ilustrasi.
Jakarta: Beberapa negara menganggap loot box dalam game sebagai judi. Karena itu, mereka memperketat peraturan terkait loot box. Namun, CEO EA, Andrew Wilson menganggap, game seperti FIFA Ultimate Team bukanlah judi.

"Kami tidak menganggap FIFA Ultimate Team atau loot box sebagai judi," kata Wilson dalam laporan keuangan pada investor.

"Pertama, para pemain selalu mendapatkan sejumlah item yang sama di paket FUT. Kedua, kami tidak menyediakan atau membiarkan pemain untuk menjual item atau menukar mata uang virtual dengan uang asli."


Menurut laporan IGN, Wilson juga membahas tentang penjualan item dalam game melalui situs pihak ketiga, yang membuat anggpan bahwa loot box merupakan judi.

"Kami tidak hanya melarang penukaran item atau transfer mata uang di luar game. Kami juga secara aktif mencegah aktivitas yang dilakukan di ranah ilegal. Kami bekerja dengan regulator di berbagai kawasan untuk merealisasikan hal itu."

Dia menambahkan, EA "selalu memikirkan" para pemainnya dan juga "cara memberikan pengalaman seperti ini dalam cara yang adil, menyenangkan dan transparan."

Wilson mengatakan, EA bekerja sama dengan semua asosiasi industri gaming di dunia dan para regulator di berbagai kawasan dan telah memastikan bahwa program seperti FIFA Ultimate Team bukanlah judi."

Loot box di dalam game tengah menjadi bahan pembicaraan hangat. Tahun lalu, Selandia Baru menetapkan  loot box bukan judi. Sementara regulator Eropa mengambil tindakan yang lebih ketat. 

Pada bulan April, Dutch Gaming Authority menganggap bahwa sebagian loot box bisa dianggap sebagai judi. Begitu juga dengan Belgian Gaming Commission. Loot box yang dianggap sebagai judi adalah ilegal. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.