Dragon’s Dogma, merupakan sebuah nama yang cukup raksasa dalam industri game. Bahkan, banyak gamer senior yang sudah sering mendengar nama tersebut, terkhusus bagi mereka yang sudah hobi dalam bermain game RPG. Maka dari itu, rilis game Dragon’s Dogma 2 pada 7 Maret 2024 lalu cukup membuat banyak pemain cukup girang dan siap untuk menyambut Arisen kembali.
Berikut adalah review yang dilakukan oleh redaksi teknologi Medcom.id terkait game Dragon’s Dogma 2:
Alur Cerita yang Sangat Masterpiece

Saya pribadi sangat memberikan apresiasi yang sangat besar terkait hadirnya game ini. Alur cerita yang dibawakan dalam Dragon’s Dogma 2 ini berhasil memberikan banyak plot-plot cerita yang membuat saya kagum.
Makoto Ikehara, Penulis Cerita Dragon’s Dogma 2 berhasil memberikan kisah yang sangat masterpiece. Game RPG ini cukup membawa saya seakan menyelami dunia Dragon’s Dogma 2 sebagai Arisen.
Secara singkat, Dragon’s Dogma 2 mengisahkan seorang prajurit yang melawan seekor naga pada kawasan Melve, dan karena kurangnya kekuatan, maka prajurit tersebut harus takluk dari Naga tersebut. Hanya saja, jika seseorang yang terbunuh oleh naga dan jiwanya terpilih maka akan terlahir kembali sebagai seorang Arisen. Orang yang akan selalu terhubung dengan naga.
Maka dari itu, kamu sebagai seorang Arisen memang wajib untuk membunuh semua naga dan pastinya bisa untuk menyelamatkan dunia dari serangan-serangan naga yang ada. Itulah tugas dari seorang Arisen, yakni sebagai seorang penyelamat dunia.
Grafis yang Memukau

Jika membahas tentang grafis, saya pribadi bisa mengatakan bahwa Capcom telah berhasil memberikan sebuah grafis yang cukup memukau. Sebagai ukuran game RPG, game ini mampu menghadirkan berbagai detail menarik dari lingkungan sekitar. Bioma yang berbeda berhasil memberikan saya kesan dan pengalaman baru setiap saya mengunjungi berbagai tempat dalam dunia Dragon’s Dogma 2.
Menurut saya, game-game yang memang sudah percaya diri dengan kemampuan grafis mereka, biasanya mereka akan menghadirkan sebuah fitur Photo Mode. Pada fitur tersebut, pemain diberikan sebuah akses untuk mengambil berbagai foto yang ada dalam layar, dan biasanya menggunakan fitur tersebut untuk memperlihat grafis yang memukau dan tergolong imersif.
Combat System yang Bervariasi

Hadirnya berbagai Vocation dalam game ini mampu menghadirkan sebuah sistem bertarung yang bervariasi. Vocation yang kamu pilih akan sangat berpengaruh pada sistem bertarung yang dialami. Kamu sangat disarankan untuk selalu memerhatikan dan menyesuaikan Vocation yang kamu pilih.
| Baca Juga | Rekomendasi Build Vocation Thief di Dragon's Dogma 2 Rekomendasi Build Fighter Dragon's Dogma 2 Rekomendasi Build Mage Dragon's Dogma 2 |
Saya bermain sebagai seorang Thief, sehingga pertarungan jarak dekat dan menggunakan Dagger sebagai senjata menjadi sebuah cara untuk mengalahkan musuh. Selain itu, kamu juga akan berkenalan dengan beberapa skill-skill tertentu yang membantu kamu untuk melawan musuh.

Kemudian, jika kamu menggunakan seorang Archer, maka panah dan anak panah akan menjadi sahabat kamu untuk bertarung. Kemudian, kamu juga akan selalu bertarung dengan jarak jauh, dan dipastikan juga role kamu akan sebagai seorang Marksman. Jika sebagai seorang Fighter, kamu akan bertarung lebih brutal daripada Vocation lainnya. Seorang Fighter akan sangat mampu memberikan damage yang besar kepada musuh, dan kamu juga akan memiliki HP yang banyak.
Mage atau Magician merupakan Vocation yang akan selalu mengandalkan Stamina atau Mana. Seorang Mage bisa bertarung dari jauh dan sebagai seorang Support, sehingga kamu bisa melakukan Heal kepada rekan yang membutuhkan. Selain itu, kamu juga bisa menemukan beberapa turunan dari Vocation-Vocation awal, seperti Trickster, Warrior, Mystic Spearhead, dan Sorcerer.
Pola Serangan Musuh sangat Memberi Tantangan Tersendiri

Layaknya sebuah game yang menghadirkan perlawanan bos, maka melakukan observasi dalam pola penyerangan musuh atau bos sangat krusial. Dalam game Dragon’s Dogma 2, kamu bisa melawan musuh yang sangat bervariasi, dan memiliki serangan yang juga berbeda.Maka dari itu, kamu bisa melihat serangan-serangan yang ada, dan semua pola juga akan berubah. Hadirnya Main Pawn dan Pawns yang membantu kamu dalam melawan musuh juga sangat berfungsi untuk melihat semua pergerakan yang dilakukan oleh musuh. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan lingkungan yang ada untuk mengalahkan musuh atau bos.
Semua Quest Terasa Seperti Teka-Teki

Untuk meningkatkan kemampuan atau skill Arisen dan Main Pawn, maka kamu bisa menyelesaikan berbagai Quest yang ada. Hanya saja, dalam Dragon’s Dogma 2 Side Quest yang diberikan sangat mampu membuat saya memutar otak 2 kali lipat. Kamu sebagai pemain wajib untuk berpikir sendiri, karena terdapat beberapa Side Quest yang tidak dibantu dengan lokasi yang wajib kamu kunjungi, sehingga mendengarkan dialog antara NPC bisa sangat membantu.
Maka dari itu, kamu tidak bisa mengabaikan semua informasi yang diberikan oleh NPC. Game ini menjadi game pertama yang memberikan sebuah pengalaman NPC yang begitu berguna dalam menjalankan sebuah Quest atau misi tertentu.
Kesimpulan
Dragon’s Dogma 2 merupakan salah satu game RPG yang tergolong masterpiece. Saya sangat menikmati setiap momen yang diberikan dalam game ini, sehingga saya bisa menghabiskan waktu selama 40 jam dalam bermain game besutan Capcom ini. Bagi para pecinta RPG, maka Dragon’s Dogma 2 merupakan salah satu game yang wajib untuk dimainkan.Hanya saja, bagi para pemain yang bermain menggunakan PC memang tidak begitu nyaman, karena game ini sendiri memang terdapat beberapa kendala performa pada platform PC. Saya pribadi menggunakan konsol Playstation 5, dan saya sangat menikmati game ini. (Christopher Louis)
| Platform | Playstation 5, Xbox Series X/S, PC |
| Developer | Capcom |
| Publisher | Capcom |
| Tanggal Rilis | 7 Maret 2024 |
| Genre | Action RPG, Fighting Games, Nonlinear Gameplay |
9.5
Dragon's Dogma 2
Plus
- Alur cerita sangat bagus.
- Sistem bertarung dikemas sangat maksimal.
- Pembuatan karakter atau Arisen sangat bebas.
- World Building sangat baik.
- Grafis yang imersif.
Minus
- Performa pada PC yang kurang
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News