Square Enix menjual sejumlah studio game miliknya yang dikenal dengan beberapa franchise game terkenal.
Square Enix menjual sejumlah studio game miliknya yang dikenal dengan beberapa franchise game terkenal.

Square Enix Jual Studio Game Besar Miliknya, Kenapa?

Teknologi games
Cahyandaru Kuncorojati • 03 Mei 2022 09:57
Jakarta:  Nama Square Enix dikenal sebagai publisher game dengan studio developer besar dan franchise game yang sukses di pasar. Kabar yang mengejutkan menyatakan bahwa kini mereka menjual deretan studio game besar yang berada di naungannya.
 
Square Enix akan berfokus pada cabang yang berada di Jepang dan beberapa negara lain dengan melepaskan anak perusahaannya mulai dari Crystal Dynamics, Eidos Montreal, dan Square Enix Montreal. Semuanya dilepas dengan nilai USD300 juta atau kisaran Rp4,3 triliun.
 
Dikutip dari The Verge, grup publisher bernama Embraces sudah membelinya dan proses akuisisi akan selesai di periode bulan Juli hingga September tahun ini. Mereka akan mengambil alih 1.100 pegawai dari tiga studio yang tersebar di delapan lokasi seluruh dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah franchise game ternama seperti Tomb Raider, Deus Ex, Thief, dan Legacy of Kain akan menjadi kepemilikan grup Embracer. Perusahaan ini diketahui memiliki lebih dari 100 studio game di antaranya adalah Gearbox, Saber Interactive, dan THQ Nordic yang sudah berhasil menciptakan game yang populer di pasar.
 
Keputusan yang diambil Square Enix sangat mengejutkan karena saat ini sejumlah studio game yang mereka jual sedang menyiapkan seri game terbaru, misalnya di franchise Tomb Raider yang sebelumnya sukses lewat seri trilogi.
 
Square Enix yang berdiri di tahun 2003 dan berasal dari Jepang mulai aktif mencari studio game di belahan dunia barat pada tahun 2009. Mereka mengakuisisi Eidos Interactive yang saat itu mengerjakan franchise Hitman, Tomb Raider, dan Deus Ex.
 
Di tahun 2017 studio game pencipta Hitman yaitu IO Interactive memutuskan berpisah dari Square Enix sebagai studio independen. Keputusan saat ini mungkin dinilai merugikan Square Enix namun mereka masih menjadi pemilik franchise game Just Cause, Life is Strange, dan Outriders.
 
Square Enix berhasil menarik perhatian industri game di tengah ramainya aksi akuisisi antara perusahaan game besar, misalnya Sony yang mengakuisisi Destiny pencipta game Bungi, Microsoft yang membeli Activision Blizzard, dan Take-Two sang induk pencipta game GTA membeli Zynga yang dikenal dengan game FarmVille.
 
Pihak Square Enix mengklaim dana hasil penjualan studio game akan digunakan untuk pengembangan teknologi blockchain, kecerdasan buatan, dan cloud. Mereka sendiri tidak merinci layanan atau produk yang akan dihasilkan dari ketiga teknologi ini.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif