IGRS diduga bocorkan gameplay game belum rilis termasuk 007 First Light, bahkan data developer ikut terekspos.
IGRS diduga bocorkan gameplay game belum rilis termasuk 007 First Light, bahkan data developer ikut terekspos.

Masih Soal IGRS, Kini Diduga Bocorkan Banyak Game Belum Rilis

Cahyandaru Kuncorojati • 14 April 2026 09:31
Ringkasnya gini..
  • IGRS diduga bocorkan gameplay game belum rilis, termasuk 007 First Light.
  • Kebocoran berasal dari celah sistem saat proses klasifikasi usia.
  • Tidak hanya game, data developer juga ikut terekspos.
Jakarta: Kasus terkait Indonesia Game Rating System (IGRS) kembali mencuat. Kali ini, lembaga rating game Indonesia tersebut diduga menjadi sumber kebocoran konten dari sejumlah game yang belum dirilis, termasuk judul besar seperti 007: First Light.
 
Berdasarkan laporan yang beredar, celah keamanan pada sistem IGRS membuat sejumlah materi pengujian yang seharusnya bersifat privat justru dapat diakses publik. 
 
Materi tersebut merupakan bagian dari proses klasifikasi usia, yang biasanya dikirimkan oleh developer dalam bentuk cuplikan gameplay, cutscene, hingga konten sensitif.
 
Dikutip dari laporan situs VideoGamesChronicle (VGC), salah satu yang paling mengejutkan adalah bocoran lebih dari satu jam gameplay 007: First Light, termasuk adegan yang diduga menampilkan bagian akhir cerita. Konten ini dilaporkan sudah beredar di internet dan media sosial.

Tak hanya itu, game lain seperti Echoes of Aincrad juga ikut terdampak. Cuplikan gameplay dan cutscene penting dari game tersebut turut bocor, memunculkan risiko spoiler bagi pemain yang menunggu perilisannya.
 
Beberapa judul lain seperti Assassin’s Creed IV: Black Flag dan Castlevania: Belmont’s Curse disebut masuk dalam data yang terekspos, meski belum ditemukan bukti penyebaran luas untuk kontennya.
 

Data Developer Ikut Terekspos

Selain materi game, laporan juga menyebutkan bahwa kebocoran ini turut membuka akses ke ribuan alamat email milik developer game yang terlibat dalam proses pengajuan rating.
 
Hal ini menimbulkan kekhawatiran tambahan, karena tidak hanya berdampak pada kerahasiaan konten game, tetapi juga aspek keamanan data industri.
 
Dalam praktiknya, developer memang diwajibkan mengirimkan materi tertentu kepada lembaga rating untuk menentukan klasifikasi usia. Materi tersebut biasanya mencakup adegan yang mengandung kekerasan, bahasa kasar, hingga unsur sensitif lainnya.
 
Namun, sejumlah pihak menilai proses di IGRS masih memiliki keterbatasan. Disebutkan bahwa sistem yang digunakan mengandalkan pengunggahan materi melalui tautan tertentu, yang kemudian diperiksa secara manual oleh tim.
 
Pendekatan ini dinilai berpotensi menimbulkan celah jika tidak diiringi sistem keamanan yang memadai.
 
Beberapa pengamat industri juga menyoroti bahwa tim IGRS kemungkinan bekerja dengan sumber daya terbatas, sementara beban kerja yang ditangani cukup besar.
 
Kondisi ini disebut dapat mempengaruhi kualitas pengelolaan sistem, termasuk dalam menjaga keamanan data yang bersifat sensitif.
 
Kasus ini menjadi prhatian serius, mengingat kebocoran konten game sebelum rilis tidak hanya merugikan developer dari sisi bisnis, tetapi juga merusak pengalaman pemain yang ingin menikmati cerita secara utuh saat game resmi diluncurkan.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA