Azizah Assattari, CEO Lentera Nusantara.
Azizah Assattari, CEO Lentera Nusantara.

Developer Game Lokal Punya Banyak Potensi, yang Kurang Hanya Fasilitas

Medcom • 24 Juli 2024 17:28
Jakarta: Google belum lama ini sudah mengadakan Indi Games Accelerator (IGA) 2024 bersama dengan 21 studio game dari negara-negara Asia Pasifik. Salah satu yang membawa nama Indonesia adalah Lentera Nusantara, studio game yang sudah cukup sering mengharumkan nama Indonesia melalui beberapa game atau karyanya. 
 
Jika membahas tentang IGA 2024, ini merupakan angkata IGA dengan partisipan terbanyak, dan juga ini adalah program yang sudah berjalan dari 2018 silam. Bisa disimpulkan, gelaran IGA 2024 menjadi salah satu gelaran yang memperlihatkan antusiasme khususnya dari Asia Pasifik.
 
“Jujur, selama aku mengikuti IGA 2024 aku bisa mengenal dan mendapatkan banyak insight terkait studio games. Lentera Nusantara punya bensin yang berharga untuk semakin berkembang kedepannya, yakni berkat adanya IGA 2024,” jelas Azizah Assattari, CEO Lentera Nusantara.

“Sebenernya kemampuan developer di Indonesia ini cukup baik. Mereka ini cdepet belajar dan antusias mereka dalam dunia game juga cukup kuat. Namun, yang kurang itu adalah fasilitas. Salah satu yang masioh harus digenjot untuk mendukung talenta dari para developer di Indonesia itu adalah fasilitas yang memadai,” lanjut Azizah.
 
Azizah sebagai salah satu lulusan dari IGA pada akhirnya memberikan suaranya terkait ekosistem developer lokal. Dirinya mengungkapkan bahwa developer di Indonesia ini mempunyai keterampilan dan kemampuan yang cepat dalam emngenal hal baru. Maka dari itu, Indonesia sendiri mempunyai potensi yang besar dalam pengembangan game.
 
Baca Juga: Solusi Pemasaran Berteknologi AI untuk Pengiklan di Indonesia
 
Membahas tentang Lentera Nusantara, developer game tersebut sudah cukup memiliki pengalaman yang banyak dalam mengembangkan berbagai game. Mulai dari konsol hingga mobile game. Ghost Parade yang sempat mengharumkan nama Indonesia dalam ranah konsol dan Tuyul Mantul dari ranah Mobile berhasil menggaet cukup banyak pemain dengan respon positif dari para pemain.
 
Maka dari itu, Azizah bernai menjamin bahwa dengan adanya fasilitas yang emamdai, developer dari Indonesia bisa semakin berkembang dan memberikan banyak karya yang mampu menggemparkan dunia, terkhusus dari industri game.
 
“Saya melihat perkembangan di Asia Tenggara cukup intens, terkhusus di Indonesia. Saya bisa mngatakan bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan yang bisa memberikan kontribusi yang cukup masif dalam industri game dunia,” jelas Marcus Foon, Global Program Manager, Indie Game Accelerator.
 
IGA bisa menjadi wadah dari Google yang memberikan panggung kepada para developer di dunia, terkhusus bagi para developer yang memiliki potensi, sehingga industri game bisa terus berkembang seiring dengan berkembngnya teknologi dunia. (Christopher Louis)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA