Pendapatan Pokemon Go Tembus Rp29,8 Triliun

Ellavie Ichlasa Amalia 26 September 2018 16:46 WIB
gamespokemon go
Pendapatan Pokemon Go Tembus Rp29,8 Triliun
Pokemon Go kini menjadi salah satu game yang mencapai pendapatan USD2 miliar.
Jakarta: Total pendapatan Pokemon Go mencapai USD2 miliiar (Rp29,8 triliun) sejak ia dirilis pada Juli 2016, menurut laporan Apptopia.

Apptopia juga membuat grafik perbandingan seberapa cepat Pokemon Go berhasil mencapai pencapaian ini jika dibandingkan dengan beberapa game mobile populer lainnya. Memang, Pokemon Go bukanlah game mobile tercepat yang bisa mendapatkan USD2 miliar.

Namun, waktu yang dibutuhkan oleh Pokemon Go lebih singkat daripada Clash Royale dan Candy Crush. Waktu Pokemon Go hanya dikalahkan oleh Clash of Clans dan Game of War. Clash of Clans berhasil mendapatkan USD2 miliar satu bulan lebih cepat dari Pokemon Go sementara Game of War bisa mencapai pencapaian itu dua minggu lebih cepat, lapor Forbes


Pencapaian Pokemon Go menjadi lebih menarik jika Anda tahu bagaimana cara Niantic memonetisasi game tersebut. Candy Crush mendapatkan uang dari nyawa ekstra yang gamer beli. Sementara Clash Royale menggunakan sistem gacha dan loot box.

Game of War dan Clash of Clans bisa mendapatkan uang dari gamer yang ingin mempercepat proses dalam game yang memang memakan waktu sangat lama. Dengan kata lain, keempat game itu didesain sedemikian rupa agar para pemain melakukan pembelian dalam aplikasi sesering mungkin. 



Sementara itu, Pokemon Go hanya mendapatkan uang dari penjualan item. Padahal, semua item yang ada di toko itu tidak harus Anda beli. Anda tetap bisa menikmati Pokemon Go meski Anda tidak membeli apapun. Ini menunjukkan betapa banyaknya orang yang memainkan Pokemon Go. 

Satu hal menarik lain yang ditemukan oleh Apptopia adalah meskipun Jepang tidak masuk ke dalam daftar lima negara dengan pemain terbanyak, sepertiga dari total pendapatan Pokemon Go berasal dari negara tersebut.



(ELL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.