Tim esports Virtus Pro didiskualifikasi akibat logo simbol invasi militer Rusia ke Ukraina.
Tim esports Virtus Pro didiskualifikasi akibat logo simbol invasi militer Rusia ke Ukraina.

Tim Esports DOTA 2 Didiskualifikasi Akibat Logo Khas Invasi Rusia ke Ukraina

Teknologi games dota 2
Cahyandaru Kuncorojati • 03 Mei 2022 10:15
Jakarta: Di laga turnamen Dota Pro Circuit regional Eropa Timur yang memperebutkan slot menuju ESL One Stockholm Major ternyata tim esports Virtus Pro harus pasrah karena menerima sanksi diskualifikasi dari pihak Valve, pemilik franchise game DOTA 2.
 
Laporan yang dirilis menyebutkan bahwa salah satu anggota tim Virtus Pro bernama Ivan ‘Pure” Moskalenko. Dia sendiri berasal dari Rusia dan dua anggota dari tim lawan diketahui berkebangsaan Ukraina.
 
Dikutip dari situs Kotaku, di sesi live streaming pertandingan kedua tim. Ivan ‘Pure” Moskalenko menggambar logo Z pada mini-map yang digunakan oleh tim untuk mengatur strategi di tengah pertandingan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Logo Z beberapa bulan belakangan sejak invasi militer Rusia ke Ukraina dituding sebagai propaganda karena ditemukan sebagai ornamen di kendaraan tempur pasukan Rusia. Momen tersebut sempat diabadikan netizen dan beredar di internet.
 
Video yang tersebar di Twitter memperlihatkan Ivan sempat menggambar logo Z yang dinilai tanpa alasan jelas. Hal tersebut kemudian direspon oleh anggota tim Virtus Pro dengan mencoret-coret logo tersebut.
 
Pihak penyelenggara dan Valve sebagai pemilik franchise kemudian merilis keputusan bahwa tim Virtus Pro tidak lagi bisa meneruskan pertandingan mereka di turnamen esports musim ini. Pihak Virtus Pro kabarnya sempat memprotes sanksi ini hingga akhirnya mereka memilih pasrah dan berfokus kepada evaluasi tim.
 
Ivan sempat merilis video permintaan maaf namun pihak Virtus Pro mengambil tindakan tegas dengan mengumumkan telah memutus kontrak pemain tersebut. Sejumlah pemain dan pendukung Virtus Pro sendiri memohon agar Valve memberikan satu kesempatan lagi bagi mereka bermain.
 
Mereka menilai sanksi dari Valve terlalu berat dengan klaim bahwa kesalahan ini hanya dilakukan oleh satu pemain, bukan satu tim. Meskipun begitu keputusan Valve justru diyakini sudah tepat oleh kalangan caster dan pro player yang memberikan dukungan kepada Ukraina atas invasi militer Rusia.
 
Ukraina menjadi salah satu sumber pemain esports profesional di dunia, misalnya saja tim Navi atau Natus Vincere. Anggota tim hingga pemilik tim esports ini terpaksa tidak bisa bertanding di turnamen internasional akibat kewajiban sebagai pasukan militer cadangan dari pemerintah Ukraina untuk berjaga dari invasi Rusia.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif