"Agar sebuah game menjadi populer dalam skala global, ia harus memiliki kualitas tinggi," kata Tsujimoto. "Untuk itu, setelah memutuskan bahwa kami perlu memberikan waktu ekstra untuk beberapa game yang belum memenuhi standar, kami telah mengubah durasi pengembangan untuk beberapa judul game."
"Dalam rangka membuat game berkualitas yang memuaskan para pemain kami, daripada mengikuti batas waktu pengembangan atau periode penjualan game, kami akan fokus pada kesempurnaan sebuah game, bahkan jika pengembangannya memerlukan waktu ekstra," ujar Tsujimoto seperti yang dikutip dari Gamespot.
Tsujimoto memperingatkan para investor dan analis bahwa keputusannya ini berarti akan ada penurunan penjualan dalam jangka pendek. Namun, dia tetap optimis bahwa penjualan tahunan akan meningkat setidaknya 10 persen. Dia juga menekankan bahwa memberikan waktu ekstra untuk membuat produk berkualitas pada akhirnya akan "memperkuat" game-game utama Capcom.
Per tanggal 31 Maret, Street Fighter V berhasil terjual sebanyak 1,4 juta unit untuk PC dan PlayStation 4. Penjualan ini masih lebih rendah dari target penjualan Capcom, yaitu 2 juta unit. Dalam sesi beta, Street Fighter V sempat mengalami masalah server, meski saat ini, masalah tersebut telah diperbaiki. Selain itu, banyak orang yang menganggap game ini kurang memiliki konten dan fitur penting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News