Ghost of Yotei. (Sumber: website/www.playstation.com)
Ghost of Yotei. (Sumber: website/www.playstation.com)

Developer Ghost of Yotei Kena Badai PHK

Mohamad Mamduh • 27 Oktober 2026 11:12
Ringkasnya gini..
  • Sucker Punch dilaporkan melakukan PHK terhadap sekitar 26 karyawan di tengah penurunan momentum penjualan Ghost of Yotei.
  • Email internal pimpinan studio mengonfirmasi keputusan sulit tersebut dan berjanji mendampingi para staf yang terdampak.
  • Industri game tahun 2026 terus dihantam gelombang PHK besar-besaran, melibatkan raksasa media seperti Microsoft dan EA.
Jakarta: Pengembang di balik sukses Ghost of Yotei, Sucker Punch Productions, dilaporkan menjadi studio terbaru yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Kabar ini cukup mengejutkan mengingat proyek game terbaru mereka mencatatkan performa impresif di pasar global.
 
Ghost of Yotei sempat mencatatkan angka penjualan mengesankan dengan terjual 3,3 juta kopi dalam 32 hari pertama, melampaui pencapaian awal Ghost of Tsushima. Namun, momentum penjualan tersebut perlahan menurun.

Berdasarkan data Alinea Analytics, Ghost of Yotei mencatatkan penjualan 5,4 juta unit pada tahun pertamanya, berada di belakang Ghost of Tsushima yang menembus 7 juta unit dalam rentang waktu sama.
 

Puluhan Karyawan Terdampak Keputusan Studio

Mengutip laporan dari portal berita Aftermath, seorang mantan karyawan mengungkapkan bahwa sekitar 26 pekerja telah dilepas oleh manajemen Sucker Punch. Sebuah email internal dari pimpinan studio yang beredar secara daring mengonfirmasi langkah tersebut dan menyebut momen ini sebagai hari yang berat bagi perusahaan.

Meski rincian departemen yang terdampak belum diungkapkan, Sucker Punch dilaporkan bakal mendampingi para mantan staf serta memberikan penjelasan rinci mengenai arah kebijakan perusahaan pada pekan depan.
 

Tren Kelam Industri Game 2026

Gelombang pemangkasan di Sucker Punch menambah daftar panjang efisiensi dalam industri game sepanjang tahun 2026. Microsoft menjadi salah satu pelaku utama fenomena ini melalui beberapa kali tindakan efisiensi di studio internalnya, termasuk Halo Studios yang dialihkan menjadi tim pendukung setelah waralaba Halo dipindahkan ke Activision.

Di saat bersamaan, Electronic Arts (EA) turut memicu sorotan publik setelah mengambil tindakan radikal berupa penutupan studio BioWare dan pembatalan proyek Mass Effect Universe yang tengah dikembangkan.
  (Nur Aldiansyah Amirulloh)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA