Xbox. (Sumber: youtube/XBOX
Xbox. (Sumber: youtube/XBOX

Halo Studios Kabarnya Cuma Sisa 20 Staf Usai Gelombang PHK Xbox

Mohamad Mamduh • 24 September 2026 08:51
Ringkasnya gini..
  • PHK massal Xbox pada 22 September 2026 berdampak besar bagi Halo Studios, memangkas 268 pekerja.
  • Halo Studios dikabarkan tersisa 20 staf dan kini hanya fokus sebagai studio pendukung komunitas.
  • Penggalangan dan pengembangan utama seri Halo resmi dialihkan Xbox ke Activision.
Jakarta: Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di ranah industri game kembali memakan korban jiwa bisnis secara signifikan. Anak perusahaan Xbox, Halo Studios, dilaporkan berada di titik terendah usai dilanda gelombang pemangkasan karyawan massal pada 22 September 2026.
 

Serangkaian PHK tersebut mengakibatkan hilangnya 268 posisi pekerjaan di studio pengembang seri legendaris tersebut. Langkah pengetatan anggaran di bulan September ini merupakan bagian dari restrukturisasi berkelanjutan di internal Xbox.
 

Activision Ambil Alih Pengembangan Utama Seri Halo


Dampak restrukturisasi ini menempatkan Halo Studios sebagai unit kerja yang paling menderita. Seiring dengan pemangkasan besar-besaran, pihak Xbox mengumumkan bahwa Activision kini secara resmi mengambil alih tanggung jawab pengembangan utama seri game Halo ke depannya.

Sementara itu, Halo Studios dipastikan akan tetap beroperasi, tetapi peranannya diturunkan menjadi studio pendukung bagi komunitas serta pengelolaan game Halo yang sudah beredar di pasaran.

Informasi perampingan ekstrem ini berhembus dari kreator konten sekaligus pemain profesional game Halo, aPureGangster. Melalui unggahan akun X @TechnicalHalo, klaim mengenai Halo Studios yang kini hanya menyisakan sekitar 20 staf disinyalir berasal dari sumber internal yang sangat tepercaya.

Tak berhenti di situ, laporan TechnicalHalo juga membeberkan bahwa seluruh tim yang bertanggung jawab menyelenggarakan ajang kompetisi Halo Championship Series (HCS) turut terkena pemutusan hubungan kerja secara menyeluruh.
 

Dampak PHK Meluas ke Studio Xbox Lainnya


Halo Studios bukan satu-satunya korban dalam kebijakan PHK Xbox pada 22 September tersebut. Bersamaan dengan pengalihan kendali atas waralaba Halo, Xbox turut menyerahkan operasional studio World's Edge (pengembang Age of Empires) dan Rare (pengembang Sea of Thieves) ke bawah naungan Activision.

Kendati demikian, belum ada kepastian mengenai adanya dampak pengurangan staf secara langsung di Rare maupun World's Edge.

Di sisi lain, nasib berbeda dialami beberapa pengembang lain. Ketika mantan anak perusahaan seperti Double Fine dan Compulsion Games berhasil beralih menjadi studio independen dengan hak kepemilikan penuh atas Intellectual Property (IP) mereka, Ninja Theory justru berada di posisi kritis.

Meski sedang menggarap pengerjaan Senua, game ketiga dalam waralaba Hellblade, Ninja Theory dilaporkan berada di ambang penutupan akibat sejumlah kesepakatan bisnis yang gagal terealisasi.

Eksekutif Xbox, Matt Booty, mengonfirmasi bahwa Microsoft akan memulai proses konsultasi ketenagakerjaan dengan para staf Ninja Theory sesuai regulasi hukum yang berlaku di Inggris.
 
(Nur Aldiansyah Amirulloh)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA