Paten berjuluk Contextually Aware Management of Interactive Software Application Access ini bekerja dengan memberikan kredit durasi tertentu saat game pertama kali dijalankan. Selama kredit tersebut masih aktif, pemain dapat menikmati permainan tanpa gangguan iklan.
Namun, setelah durasi kredit habis, sistem akan mencari titik jeda natural dalam game, seperti layar pemuatan (loading screen) atau saat permainan di-pause. Pada titik tersebut, sistem akan membekukan kendali pemain sejenak untuk menayangkan iklan sebelum akhirnya mereset kembali kredit durasi bebas iklan.
"Sistem manajemen konten dapat memperoleh peristiwa pemicu konten yang dipromosikan (promoted content trigger event) dari aplikasi perangkat lunak interaktif, berdasarkan setidaknya sebagian dari konten aplikasi tersebut," bunyi keterangan tertulis dalam dokumen paten Microsoft.
Memicu Kekhawatiran Para Gamer
Rencana implementasi iklan ini berpotensi memicu gelombang kekhawatiran dari komunitas pemain. Hingga kini, Microsoft belum memberikan pernyataan resmi mengenai skema penetapan iklan tersebut, apakah hanya berlaku untuk game gratis (free-to-play) atau juga mencakup game berbayar bersubsidi.Isu ini menyeruak di tengah situasi sensitif yang sedang dialami raksasa teknologi asal Redmond tersebut. Tahun lalu, Microsoft sempat berencana menaikkan harga game baru menjadi 80 dolar AS yang dimulai dari judul The Outer Worlds. Namun, kebijakan tersebut terpaksa ditarik kembali akibat gelombang penolakan keras dari publik.
Di sisi lain, divisi game Microsoft juga tengah menghadapi tekanan finansial akibat lonjakan biaya komponen perangkat keras serta penurunan pendapatan. Kondisi ini berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan sebagai bagian dari program efisiensi Reset Xbox.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)