Tidak hanya menggarap sendiri, sebagai publisher, mereka juga menerbitkan beberapa game dengan menggandeng developer indie lainnya. Game terbaru mereka kali ini, The Westport Independent, masih menggunakan konsep simulasi. Sebelum membahas The Westport Independent lebih jauh, saya ingin menekankan bahwa game ini hanya cocok untuk Anda yang serius.

Satu hal yang sangat menarik perhatian saya ketika pertama kali melihat trailer The Westport Independent adalah konsep simulasi yang ditawarkan. Game ini mengajak pemainnya melihat dunia pers secara singkat dengan gaya penyampaian yang cukup mudah.
Berhubung dunia pers, maka pemain dalam The Westport Independent berperan sebagai seorang pemimpin redaksi. Tugas utamanya adalah menyiapkan surat kabar setiap minggunya, dengan beragam topik mulai dari politik, industri, pajak, sampai kerusuhan sosial.

Sayangnya, pemain tinggal di sebuah negara fiksi yang pemerintahannya cukup diktator. Walaupun tidak secara langsung mengawasi pers, partai pendukung pemerintah gemar melancarkan propaganda yang selalu menutup keburukan mereka.
Anda sebagai pemimpin redaksi harus bijak dalam menghadapi berbagai isu yang muncul. Beberapa isu bersifat mendukung pemerintah, sementara isu lainnya sangat menonjolkan aktivitas pihak oposisi yang sudah menjadi faksi pemberontak. Kedua pihak ini akan terus melihat bagaimana cara Anda menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Mungkin apa yang saya sampaikan terkesan berlebihan untuk sebuah game, tetapi seperti itulah kondisi yang akan Anda hadapi dalam The Westport Independent. Setiap isu akan digarap oleh satu wartawan, dan mereka belum tentu menerima perintah Anda. Salah satu alasannya adalah latar belakang hidup mereka yang mungkin saja berhubungan dengan isu tersebut.
Anda sebenarnya bisa menyesuaikan isu dengan menyaring apa yang harus ditulis dan poin apa yang harus dihilangkan.

Dari menggarap isu surat kabar The Westport Independent, pemain juga harus menyiapkan desain halaman. Untungnya, antarmuka dalam The Westport Independent dibuat lebih ringkas. Pemain juga harus menentukan fokus wilayah pemasaran surat kabar karena akan sangat berpengaruh dengan popularitasnya.
Grafis yang disemarkan The Westport Independent cukup sederhana, sehingga tingkat kompatibilitas untuk perangkat Android cukup tinggi. Berhubung simulasi dari dunia pers, The Westport Independent akan menyediakan tulisan dalam jumlah banyak.
Autosave dan ketersediaan slot penyimpanan profil lebih dari satu menjadi dua fitur yang cukup membantu pemain fokus dalam permainan. Dari segi gameplay, The Westport Independent cocok untuk mereka yang menyukai permainan yang mengajak berpikir atau cenderung serius.

Sayangnya, satu-satunya kelemahan dalam The Westport Independent yang cukup fatal adalah waktu bermain yang disediakan terlalu sedikit. Jika kita mengartikan setiap gerak pemain sebagai turn, maka pemain hanya memiliki kesempatan 12 turn. Permainan sengaja dibuat singkat agar gamer bisa bermain ulang dan mengubah akhir cerita. Hal ini membuat saya bertanya-tanya, apakah gamer bersedia memainkan sebuah game dengan jam bermain yang sangat sedikit, apalagi jika telah mengetahui The Westport Independent tidak gratis.
Di sisi lain, The Westport Independent memiliki gameplay yang menurut saya cukup menarik. Akan lebih menarik jika pihak publisher memasarkannya secara gratis dengan fitur in-app purchase. Pasalnya, harga yang dibanderol mencapai Rp50 ribu, dan akan membuat gamer berpikir lebih dari sekali sebelum membelinya.
Platform: PC, iOS, Android
Developer: Double Zero One Zero
Publisher: Coffee Stain Studios
Update Terakhir: 27 Januari 2016
Jenis: Simulation
Situs Resmi: https://www.doublezeroonezero.com/westport.html
The Westport Independent
7,8
- Gameplay serius dan penyampaian yang mudah
- Kompatibilitas perangkat cukup tinggi
- Jam bermain terlalu sedikit
- Ada baiknya dibanderol gratis
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News