Pada seri sebelumnya gamer telah dibuat penasaran dengan akhir cerita yang menggantung, ditambah masih banyak karakter dari mitologi Nordik yang belum muncul. God of War Ragnarok menjawab semua rasa penasaran ini. Berikut ulasan review dari Medcom.id.
God of War Ragnarok meneruskan kisah Kratos dan Atreus, yang hanya ingin hidup damai di Midgard. Sayangnya, berbagai keputusan pada seri sebelumnya menghasilkan konsekuensi yang sudah pasti tidak membuat para dewa Nordik berdiam diri, terutama Odin.

Sudah pasti impian Kratos membesarkan Atreus dengan cara yang wajar sudah tinggal mimpi. Awal permainan mereka akan bertemu langsung dengan Thor dan Odin, dan bagaimana akhir dari pertemuan mereka ini bisa kamu lihat sendiri saat bermain. Di sisi lain, berbagai keputusan Kratos dan Atreus, baik di masa lalu dan masa depan, ternyata sudah diramalkan dan menjadi bagian dari Ragnarok.
Sejak awal permainan saya langsung melihat penekanan cerita yang dibungkus dengan visual yang semakin bagus. Pantas saja Santa Monica sudah menyebut bahwa mesin konsol PS4 atau PS5 yang digunakan bakal menghasilkan suara yang lebih berisik dari biasanya.

Jadi tidak ada anggapan bahwa grafis yang ditampilkan sama saja dengan seri pertamanya. Selain itu, penokohan setiap karakter juga sangat baik. Selain menggunakan pengisi suara yang merupakan selebritas ternama, elemen cerita yang tepat juga membuat karakter punya perannya masing-masing secara jelas, tak terpaku pada Duo Bapak dan Anak.
Satu hal menarik lainnya adalah God of War Ragnarok mengajak saya juga bermain sebagai Atreus. Ini membuka petualangan baru sekaligus mencoba berbagai kemampuan yang telah ia pelajari.
Didikan Kratos mulai terlihat hasilnya, dari berbagai kemampuan memanah dan memecahkan masalah demi mencapai tujuan. Jangan lupa juga bahwa ia masih muda, sehingga sifat egoisnya masih sangat kuat.

Untungnya, Kratos yang dulunya sangat keras, kini perlahan-lahan mulai mempertimbangkan bahkan mengikuti keputusan Atreus, yang ternyata punya peran besar di Ragnarok.
Petualangan di dunia God of War Ragnarok menggunakan wilayah baru, dan sebagian jalan cerita akan membawamu kembali ke beberapa lokasi pada seri pertama. Tentunya dunia permainan telah dibungkus dengan jalan dan lingkungan baru agar membuat gamer tetap penasaran.
Sebut saja Alfheim yang kini sudah berubah kondisinya, dan berbagai mekanisme permainan yang anyar membuat Krator dan Atreus harus mengunjungi tempat ini lebih dari sekali.

Contohnya Alfheim yang kini punya misi sampingan yang sangat menarik untuk diselesaikan, sekaligus melanjutkan kisah perseteruan antara Dark Elf dan Light Elf. Selain itu kamu akan menemukan asal mula konflik Alfheim tanpa akhir.
Dunia baru yang akan dikunjungi Kratos adalah Svartalfheim, dunia para Dwarf yang tidak lain adalah kampung halaman Sindri dan Brok. Untuk kamu yang baru memainkan game ini, mereka adalah penempa senjata banyak dewa dalam God of War Ragnarok, termasuk Leviathan Axe milik Kratos dan Mjolnir milik Thor.
Sindri dan Brok membantu perjalanan Kratos dalam meningkatkan kemampuan senjata sekaligus armor. Kemudian Midgard tetap menjadi dunia yang menarik untuk dieksplorasi. Banyak puzzle baru dan item-item yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan senjata dan armor.

Mekanisme pertarungan secara umum tidak banyak berubah. God of War Ragnarok menghadirkan beberapa elemen baru yang membuat Kratos lebih fleksibel. Selain berbagai senjata baru yang sangat menarik, perisai kini tak lagi fokus bertahan atau memantulkan serangan.
Ada lebih dari satu pilihan, perisai kini punya kontribusi penting dalam menyerang, termasuk musuh dalam jumlah banyak. Beberapa kondisi mengharuskan Kratos menyerang hanya pakai perisai, biasanya untuk mematahkan serangan lawan yang berakibat fatal.

Kemudian, dengan adanya senjata baru membuat Kratos punya gaya serangan lebih variatif, bahkan menggabungkan lebih dari dua senjata. Melawan boss rasanya seperti punya daya tempur yang sama, dan rasanya juga lebih seru.
Saya termasuk pemain yang fokus pada cerita dan misi utama. Jarang sekali terbesit niat untuk mengeksplorasi lebih jauh misi sampingan atau objektif simpel yang memberikan pandangan atau item khusus tambahan.
God of War Ragnarok mengubah pemikiran ini, dan konsep yang ditawarkan berhasil merayu saya untuk melihat jalan atau rute yang bukan menjadi tujuan utama. Begitu juga dengan side quest yang ditawarkan hadir sering bersama misi utama, sehingga menggugah rasa penasaran. Bahkan saya juga rela mencari semua Nornir Chest selama rute yang diambil tidak terlalu jauh dari cerita utama.
Kesimpulan
God of War Ragnarok adalah salah satu game terbaik 2022 menurut saya. Melanjutkan kisah apik dengan berbagai peningkatan yang semakin terlihat sepanjang permainan adalah alasan utama untuk memainkannya.
Ini berlaku untuk mereka yang baru bermain God of War maupun gamer lama. Mereka yang belum pernah bertualang bersama Kratos, kemungkinan besar akan penasaran dengan seri pertamanya. Selama bermain, saya tak bisa menemukan kekurangan berarti.
| PLATFORM: | PS4/PS5 |
| DEVELOPER: | Snata Monica Studio |
| PUBLISHER: | Sony Interactive Entertainment |
| TANGGAL RILIS: | 9 November 2022 |
| GENRE: | Action RPG, hack and slash |
10
God of War Ragbarok
Plus
- Cerita apik
- Tidak cuma Kratos dan Atreus
- Kustomisasi serangan makin variatif
- Side quest menarik
Minus
- -
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News