Cerita Cataclysm berangkat dari peristiwa Across the Timeways, ketika Murozond menghancurkan Hourglass of Time dan membuka jalur menuju garis waktu lain. Dari sanalah muncul Deathwing yang kini menginvasi Azeroth, membawa kehancuran dalam skala yang lebih besar.
Salah satu sorotan utama ekspansi ini adalah hadirnya Deathwing, Worldbreaker sebagai Hero Card. Saat dimainkan, kartu ini memungkinkan pemain memilih efek Cataclysm yang akan dilepaskan, mulai dari membersihkan papan permainan hingga memanggil naga untuk memperkuat tekanan di late game. Hero Power-nya juga berinteraksi langsung dengan mekanik baru bernama Herald, membuat ancaman yang dihasilkan bisa meningkat seiring jalannya pertandingan.
Herald menjadi keyword baru yang berfungsi memperkuat efek Cataclysm dan memanggil Colossal Soldier. Mekanik ini bersifat scaling, Herald bisa dipicu dua kali, empat kali, bahkan lebih, sehingga setiap pemicu tambahan akan memperbesar dampaknya. Enam kelas yang berpihak pada Deathwing, yaitu Death Knight, Demon Hunter, Rogue, Shaman, Warlock, dan Warrior, akan memanfaatkan mekanik ini sebagai inti strategi mereka.
Mekanik Colossal juga kembali dengan pendekatan yang lebih agresif. Setiap kelas mendapatkan satu Legendary Colossal baru. Salah satu contohnya adalah Ragnaros, the Great Fire untuk Warrior, yang hadir bersama appendages tambahan dan dirancang untuk menciptakan tekanan besar di papan permainan. Kombinasi Colossal dan Herald membuat ancaman yang muncul tidak hanya besar, tetapi juga semakin kuat seiring waktu.
Di sisi lain, lima kelas yang berpihak pada Dragonflights, yaitu Mage, Priest, Druid, Hunter, dan Paladin, mendapatkan Legendary Dragon Aspect masing-masing serta keyword baru bernama Shatter. Mekanik ini membuat kartu yang ditarik terpecah menjadi dua bagian dengan efek berbeda. Jika kedua bagian dimainkan, kartu tersebut akan menyatu kembali dalam bentuk utuh dengan kekuatan lebih besar.
Cataclysm juga memperkenalkan sistem hand-targeting cards, yang memungkinkan pemain menargetkan kartu tertentu di tangan mereka sendiri untuk diperkuat sebelum dimainkan. Beberapa contoh kartu dengan mekanik ini adalah Battlefield Blaster dan Chamber of Aspects, yang membuka opsi strategi baru dalam pengelolaan sumber daya.
Selain perubahan mekanik, Cataclysm menghadirkan papan permainan baru yang terinspirasi dari kehancuran Azeroth. Visualnya menampilkan wilayah seperti Barrens yang retak, Thousand Needles yang terendam air, hingga lanskap yang hangus akibat amukan naga. Nuansa ini memperkuat tema kehancuran yang menjadi pusat cerita ekspansi.
Untuk menyambut peluncuran, Blizzard menghadirkan berbagai bonus. Mulai 11 Maret, seluruh kartu dari set Into the Emerald Dream dan The Lost City of Un’Goro dapat dimainkan secara gratis sebagai “trial cards” sepanjang siklus ekspansi. Pemain juga akan memperoleh Legendary Warmaster Blackhorn hanya dengan login.
Event komunitas daring bertajuk Rally the Dragonflights turut digelar untuk mendorong partisipasi pemain melalui misi bersama dan hadiah kolektif. Pre-order Cataclysm sendiri tersedia dalam beberapa paket, termasuk Mega Bundle dan Sequence Bundle. Paket tertinggi menghadirkan berbagai pack tambahan serta kartu Victor Nefarius dalam versi Diamond Legendary sebagai bonus eksklusif.
Executive Producer Hearthstone, Nathan Lyons-Smith, mengatakan tujuan utama timnya tahun ini adalah menjaga permainan tetap menarik dan menyenangkan, sekaligus memastikan meta terus berkembang.
“Tujuan kami tahun ini sederhana: menjaga permainan tetap menarik, tetap menyenangkan, dan membuat meta terus berevolusi,” ujar Nathan Lyons-Smith.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News