Kasus Pemerkosan Terungkap Berkat Gamer GTA V

Cahyandaru Kuncorojati 28 November 2018 13:27 WIB
games
Kasus Pemerkosan Terungkap Berkat Gamer GTA V
GTA V.
Jakarta: Gamer tidak harus dipandang negatif karena mereka juga masih memiliki kesadaran sosial untuk melaporkan tindak kejahatan. Hal ini seperti yang terungkap dari kasus gamer Grand Theft Auto (GTA) V.

Diktuip dari media lokal Florida, Amerika Serikat, Tampa Bay Times, seorang remaja usia 18 tahun bernama Daniel Enrique Fabian baru saja ditangkap atas tuduhan pemerkosaan atas gadis berusia 15 tahun pada akhir bulan Juni lalu.

Penangkapan ini baru dilakukan setelah hasil visum yang memakan waktu hingga lima bulan dirilis kemarin menemukan ada kecocokan DNA dengan pelaku yang diambil dari korban. Namun, laporan terhadap kasus ini terungkap lewat aduan gamer berusia 16 tahun.


Gamer tersebut diketahui tengah bermain bersama Fabian di sebuah game GTA V dalam mode online dan keduanya sebelumnya tidak saling mengenal. Fabian mengaku akan rehat sejenak untuk berhubungan intim.

Ternyata Fabian lupa mematikan mikrofon dari headset yang terhubung ke game GTA V di PlayStation 4 yang dimainkan. Kepolisian Pasco County menuturkan bahwa pelapor mendengar sebuah penolakan dari korban yang berlansung selama 15 menit.

Selain itu juga terdengar aktivitas yang diduga bahwa Fabian tengah melakukan pemerkosaan. Pelapor tidak mengetahui siapa perempuan yang berada di rumah pelaku, apakah anggota keluarga atau bukan.

Setelah menerima laporan, kepolisan mengakui melakukan penelusuran dan menemukan korban yang memberikan pengakuan bahwa dirinya telah diperkosa. Kepolisian tidak mengungkapkan bagaimana mereka bisa menelusuri pelapor atau saksi mata kasus tersebut.

Terungkap bahwa korban yang berada di rumah pelaku baru mengenal pelaku beberapa waktu lalu. Kini Fabian telah ditangkap dan ternyata terungkap bahwa dia pernah terganjal kasus yang sama, namun bebas dengan jaminan.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.