DLC Legacy of the First Blade episode kedua, Shadow Heritage.
DLC Legacy of the First Blade episode kedua, Shadow Heritage.

Assassin's Creed Odyssey: Shadow Heritage Kurang Seru

Teknologi games review game indonesia ubisoft
Cahyandaru Kuncorojati • 12 Februari 2019 11:49
Jakarta: Chapter kedua dari Legacy of the First Blade di Assassins's Creed Odyssey yaitu Shadow Heritage dirilis pada pertengahan Januari. Konten ini yang hanya bisa dimainkan bagi pemilik Season Pass.
 
Sayangnya, di chapter kedua ini ternyata kurang menarik The Hunted. Pada chapter pertama, rasa gembira penggemar franchise ini terpuaskan karena protagonis utama memiliki pertemuan dengan Assassin pertama yang menggunakan senjaya khas ordo Asssassin, Hidden Blade.
 
Di chapter kedua, diceritakan Alexios atau Kassandra telah bekerja sama dengan Assassin Darius dan anaknya Neema atau Natakas untuk terus memburu ordo Order of the Ancients yang berasal dari Persia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Shadow Heritage, dihadirkan misi lanjutan, yakni memburu sosok penting dari ordo Oder of The Ancients yang ditugaskan oleh Amorges. Ia adalah pemimpin Order of the Ancients yang mengejar Darius.
 

 
Medcom.id sempat mengira bahwa chapter kedua akan berfokus ke kisah Darius, dan ternyata tidak demikian. Kini salah satu sosok Order of the Ancients yang diberi julukan The Tempest menjadi fokus utama di Shadow Heritage.
 
The Tempest diceritakan sebagai panglima perang yang memilki kemampuan pertempuran laut yang hebat dengan kapal bernama Skylla dengan senjata bernama Chimera.
 
Dari penelusuran Alexios atau Kassandra, ternyata The Tempest memiliki nama asli Phila, anak seorang tokoh perempuan di desa Achaia yang dikuasai oleh pasukan The Tempest. Karakter protagois juga sempat diberikan misi untuk menghabisi pasukan The Tempest sebelum menyerang desa.
 

 
Pertempuran utama dengan The Tempest didahului atau pertempuran laut, yang menurut Medcom.id juga tidak greget dibandingkan seri Assassin's Creed lain.
 
Setelah kapal The Tempest dikalahkan baru Alexios atau Kassandra bertarung melawan The Tempest, sang antagonis menyalahkan kematian Phila oleh pasukan The Tempest saat mencoba mendekatinya.
 
Bagian pertarungan ini justru lebih greget. The Tempest memiliki health bar lebih panjang dan dengan senjata efek fire damage yang akan memiliki efek terbakar saat terkena serangan tersebut.
 

 
Pemain dianjurkan sudah memiliki karakter level 49 dengan efek serangan fire damage untuk menghabisi health bar The Tempest yang sangat panjang karena terbakar. Caranya, pemain harus melakukan engrave pada senjata dengan memiliki efek Fire Damage.
 
Ending dari Shadow Heritage bisa dibilang bagus sekaligus aneh. Apabila pemain memilih opsi dialog, Alexios dan atau Kassandra akan memiliki keturunan dari anak Darius.
 
Di akhir adegan, diperlihatkan sosok pria yang memberikan misi untuk melindungi desa kepada Alexios atau Kassandra. Ternyata diketahui bahwa dia adalah Amorges karena dia meminta prajurit Persia untuk memanggil seluruh bala tentara dan memiliki bekas luka perkelahian dengan Darius.
 

 
Di sini, Shadow Heritage sudah selesai dan tinggal menantikan episode ketiga atau akhir dari DLC Legacy of the First Blade. Kita akan dibuat penasaran apakah tokoh Assassin pertama penemu Hidden Blade akan gugur atau tidak mewariskan senjata khas ordo Assassin.
 
Platform: PC, PlayStation 4, Xbox One
Developer: Ubisoft Quebec
Publisher: Ubisoft
Tanggal Rilis: 15 Januari 2019
Genre: Action-RPG
7.5
Assassin's Creed Odyssey- Chapter Shadow Heritage
Plus
  • Kehadiran senjata baru untuk naval battle
  • Menyediakan opsi happy ending
Minus
  • Tidak menyediakan lokasi atau map baru
  • Jalan cerita tidak berfokus ke DLC Legacy of the First Blade
  • Naval battle tidak menegangkan

 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi