Call of Duty: Modern Warfare.
Call of Duty: Modern Warfare.

Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam

Teknologi teknologi games review game indonesia call of duty activision blizzard
Cahyandaru Kuncorojati • 04 November 2019 09:13
Jakarta: Penggemar franchise Call of Duty: Modern Warfare dipastikan sangat menantikan versi reboot yang dirilis pada 25 Oktober 2019. Membedakannya cukup mudah, versi reboot ini hanya menggunakan nama Call of Duty: Modern Warfare, sementara versi originalnya adalah Call of Duty 4: Modern Warfare yang kemudian disusul oleh trilogi.
 
Game ini sangat dinantikan karena trilogi dari franchise ini punya narasi yang sangat menarik dan karakter yang kuat di kalangan penggemar. Call of Duty: Modern Warfare juga menjadi peletak fondasi game FPS karena menyediakan gameplay unik dan tempo cepat.
 
Medcom.id kali ini akan terlebih dulu mengulas mode Campaign atau narasi utama dari Call of Duty: Modern Warfare. Sebelum masuk lebih jauh perlu, diperingatkan bahwa dalam ulasan ini akan ada banyak sekali spoiler.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Medcom.id memainkan game Call of Duty: Modern Warfare di kualitas grafis tertinggi mengandalkan testbed PC gaming.
Testbed Medcom.id
Prosesor Intel Core i9-9900K, AMD Ryzen 7 3700X
Motherboard ASUS TUF Z390 Plus Gaming, ASUS ROG Strix X570-E Gaming
RAM HyperX Fury DDR4 3200MHz (2x8GB)
VGA ASUS ROG Strix RTX 2060 Gaming 6G OC, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
Pendingin Noctua NH-L12S, Noctua NH-L9x65
Storage Apacer Panther AS340 240GB, Western Digital Black SN750 1TB, Seagate Barracuda 8TB
PSU Corsair RM 850X
Monitor ASUS ROG Swift PG258Q
Mouse Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
Mousepad Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
Keyboard Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
Headset Corsair HS60, Corsair HS70

 
Game Engine Terbaru dan Kualitas Grafis Mengagumkan
Infinity Ward masih jadi developer yang dipercaya menggarap franchise Call of Duty: Modern Warfare oleh Activision. Jelas sekali bahwa mereka menggunakan game engine baru yang Medcom.id belum ketahui namanya. Hasilnya, kualitas grafis yang jauh lebih baik dari franchise Call of Duty lainnya.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Di sini kualitas grafis berbeda jauh dibandingkan seri original termasuk yang dikemas menjadi remastered. Peralihan dari game ke cinematic scene maupun sebaliknya dikemas dengan sangat halus. Tidak ada lagi gaya seperti versi original, saat karakter pemain hanya jadi tokoh pasif di dalam cinematic scene.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Player dengan mudah mengikuti narasi game ini karena di setiap cinematic scene akan terlihat siapa karakter Anda. Kualitas grafis karakter dan environment di dalam game ini sangat realitis. Bahkan karena sangat realistis dibandingkan semua franchise Call of Duty, Medcom.id sempat dibuat merinding.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Merinding karena kualitas grafis yang sangat mengagumkan dan detil sudah jadi alasan pertama. Efek cahaya dan bayangan di game Call of Duty: Modern Warfare sangat disayangkan apabila tidak dimainkan dalam kualitas grafis tinggi.
 

Kualitas Grafis Realistis hingga Adegan Kekerasan
Alasan kedua kami merinding adalah kualitas grafis yang kelewat realistis karena adegan kekerasan seperti luka tembakan pada karakter yang tewas termasuk NPC yang tewas hingga berdarah-darah sama sekali tidak berusaha ditutupi atau dibuat halus.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Ya, kami menemukan di opsi Pengaturan bagian Grafis yang bisa dinonaktifkan untuk mengurangi efek konten violence dan gore atau seut saja mature. Di opsi tersebut dijelaskan bahwa fitur tersebut bisa menghilangkan efek detil pada bagian tubuh karakter NPC atau musuh yang tertembak.
 
NPC berupa rag doll atau mayat di dalam Call of Duty: Modern Warfare kini tidak sebatas hiasan visual karena dibuat lebih nyata. Mereka bisa dalam kondisi tergeletak dengan mata terbuka atau tertutup, demikian juga dengan mulut mereka.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
NPC rag doll ini diperlihatkan lebih memiliki ekspresi tidak seperti di franchise game sebelumnya. Hal ini jelas lebih "mengganggu" karena mayat ini tidak lagi musuh. Pengamatan Medcom.id sepanjang game, banyak rag doll yang juga diperlihatkan sebagai masyarakat sipil.
 
Ya, sepanjang franchise Call of Duty terutama seri Modern Warfare baru kali ini banyak sekali NPC berupa anak-anak dan perempuan yang diperlihatkan. Konten "disturbing" tampak sesuai dengan misi Activision untuk memperlihatkan hal paling mengerikan dari sebuah perang atau aksi teror.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Namun, Infinity Ward tidak sekeji itu. Pada bagian mobil yang meledak di dekat karakter seorang polisi hanya diperlihatkan potongan daging tanpa bentuk yang jelas dan sekejap menghilang. Di sini Infinity Ward jelas menahan diri.
 
Soal kualitas grafis berupa adegan ledakan atau kobaran api di Call of Duty: Modern Warfare patut diacungi jempol. Gameplay berlatar kondisi malam hari dengan menggunakan nightvision juga digambarkan sempurna. Permainan warna hitam pekat dan hijau khas nightvision tidak membuat mata sakit tapi tetap memberikan suasana tegang.
 
Gameplay Menyegarkan
Siapapun yang memainkan game ini dipastikan memiliki satu misi yaitu bernostalgia dengan game Call of Duty: Modern Warfare. Gameplay first person shooter tanpa bertemakan hal modern masih punya daya tarik.
 
Call of Duty: Modern Warfare di mode Campaign memang tidak banyak menyuguhkan hal baru tapi bagi Medcom.id sangat segar. Kami menemukan kini pemain bisa melakukan tembakan sudut atau dari atas benda yang diguanakan sebagai pelindung.
 
Berbeda dari versi original yang hanya bisa bersembunyi dalam kondisi jongkok atau crouch dan kerap terhalang oleh ukuran objek pelindung di depan pemain. Fitur yang kerap dikenal lean left/lean right memang sudah ada lebih dulu di game lain.
 
Penerapan di mode Campaign ini juga harus dilakukan secara manual yaitu mendekati tepi dari objek yang melindungi kita. Cara ini diakui memberikan gaya first person shooter yang lebih realistis terutama dalam salah satu misi penyergapan.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Ada juga satu misi di mana pemain harus berimprovisasi. Misalnya, pemain yang menyamar sebagai masyarakat sipil diharuskan mengangkut bahan bangunan di bawa pengawasan tentara Rusia. Di sini pemain diberikan pilihan tidak hanya mengangkut batu tersebut tapi juga menggunakannya untuk melumpuhkan musuh.
 
Terdengar sederhana tapi gameplay tersebut menjadi sangat menyambung dengan narasi yang berjalan. Contoh lain, pemain ditugaskan untuk memandu seorang sandera kabur dari pengawasan musuh yang menyisir dan membantai seluruh ruangan.
 
Pemain ditugaskan menggunakan setiap kamera CCTV yang berpasang untuk memberikan arahan ke mana sandera ini bergerak dan bersembunyi. Musuh akan terus bergerak jadi pemain harus dengan cepat menentukan ke mana sandera bergerak.
 
Di satu kesempatan, pemain harus mengarahkan sandera tersebut membuat pengalihan perhatian dan segera bergerak membelakangi musuh. Ada juga sebuah misi di mana Anda diberikan sebuah teka-teki untuk melarikan diri dengan mengumpulkan objek yang dibicarakan oleh karakter.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Kualitas grafis yang sangat mengagumkan ini dimanfaatkan oleh beberapa misi yang menggambarkan aksi penyergapan di sebuah bangunan. Bisa ditebak, Anda menyergap layaknya pasukan elit anti-teror dan mengandalkan night vision.
 
Medcom.id menilai ini adalah misi yang menarik untuk dimainkan berulang. Kami memainkannya dalam tingkat kesulitan reguler, bayangkan saat misi ini dimainkan dalam mode veteran di mana musuh akan menyerang dengan bidikan paling tepat.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Seiring narasi juga ada sebuah mini gameplay di mana pemain harus memilih dialog yang tepat untuk selamat dari proses interogasi. Interogasi ini juga dilakukan dengan penyiksaan metode waterboarding. Di sini keberhasilan pemain tidak hanya menentukan nasib nyawa sendiri tapi juga karakter NPC yang dilibatkan dalam interogasi.
 

Narasi Nyata dan Sisi Kelam Sebuah Perang
Call of Duty: Modern Warfare kembali menyajikan narasi di mana Anda akan berjuang bersama sosok Capt. Price dari pasukan elit Inggris, SAS. Anda akan memainkan beberapa karakter dalam game ini. Singkat cerita narasi di game ini mengusung model Omnibus.
 
Anda akan bermain sebagai sersan dari pasukan elit Inggris yang sudah lama mengejar aksi teror yang akhirnya terjadi di Inggris. Anda akan bermain sebagai anggota CIA Amerika Serikat yang bertugas menelusuri hilangnya sebuah bahan kimia berbahaya.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Anda juga akan bermain sebagai pemimpin pasukan pemberontak dan pembebasan negara fiksi bernama Urzikstan. Negara ini didera oleh kelompok teror bernama Al-Qatala. Aksi kelompok teror ini yang membuat tentara Rusia melakukan pemburuan agresif di Urzikstan.
 
Di satu misi Anda juga akan bermain seorang anak yang bertahan dari serbuan pasukan Rusia di Urzikstan dan kepungan gas beracun di kotanya. Tugas Anda hanya melarikan diri tanpa tentara pengawas menyadarinya. Namun di satu kesempatan anak ini harus membunuh tentara yang ukuran badannya jelas lebih besar.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Seperti yang sudah disebutkan, karakter NPC perempuan dan anak-anak banyak dilibatkan di dalam game. Medcom.id dibuat merinding tapi kami bersyukur tidak ada karakter anak-anak yang diperlihatkan ditembak, tapi kami menemukan yang tewas akibat racun.
 
Ya, di sini diperlihatkan bagaimana sebuah kejahatan perang diperlihatkan. Penggunaan gas beracun, penembakan sipil yang kepalanya ditutup atau ditembak dari belakang, hingga masyarakat sipil yang digantung sebagai bentuk peringatan dari tentara Rusia.
 
Pihak Rusia diperlihatkan sebagai pelaku kejatan perang, tidak heran game ini diprotes oleh gamer asal negara tersebut. Di banyak kesempatan moral pemain juga diuji melalui beberapa adegan yang mengusik emosi atau bisa dibilang disturbing.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Misalnya, pemain harus menembak seorang ibu di sebelah anak remajanya yang berusaha mengarahkan senjata kepada karakter Anda. Ya, tindakan ini memang diperbolehkan karena dia jelas mengarahkan senjata. Di kesempatan lain Anda harus menembak perempuan yang berusaha menggunakan remote peledak.
 
Di sini emosi pemain akan diusik, salah tembak tidak akan menjadi masalah. Permasalahannya, sangat jarang karakter perempuan termasuk NPC dilibatkan dalam sebuah game perang atau FPS. Saat salah tembak dilakukan dalam adegan yang fatal maka game akan dianggap "game over" karena keputusan Anda dipertanyakan.
 
Misalnya, dalam sebuah misi penyergapan tiba-tiba seorang ibu berusaha mengambil sesuatu dari ranjang bayi. Ternyata dia menggendong bayinya yang menangis. Apabila reflek Anda salah dan menembak sang ibu, karakter satu tim akan memperingatkan Anda termasuk karakter Anda sendiri.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Bayi akan dikembalik ke ranjang oleh rekan tim Anda. Apabila Anda menembak sang bayi game akan langsung memotong adegan dengan layar hitam bertuliskan "Apakah Anda serius?" sehingga Anda harus mengulang lagi.
 
Di misi lainnya juga demikian. Anda dipaksa menodongkan senjata ke arah istri dan anak pelaku teror yang diinterogasi. Saat senjata tadi sudah terisi peluru dan Anda menembakan ke istri atau anak pelaku teror maka layar hitam dengan pernyataan tadi juga akan muncul.
 
Call of Duty: Modern Warfare ternyata masih punya nurani dan batasan. Sayangnya ada juga hal-hal yang tidak ditemukan seperti di versi original. Serangan dari anjing militer dan penggunaan kendali drone langsung untuk menembakan misil absen dari game ini.
 
Review Call of Duty: Modern Warfare, Nostalgia yang Lebih Kelam
 
Kalaupun ada, tembakan misil dari drone sifatnya hanya sebagai support dan momen gameplay ini sangat minim. Satu hal yang mungkin diperdebatkan dari Call of Duty: Modern Warfare adalah durasi permainan yang singkat. Game ini bisa diselesaikan Medcom.id di tingkat kesulitan reguler dalam waktu kurang dari 12 jam.
 
Kesimpulan
Call of Duty: Modern Warfare pantas mendapatkan nilai sempurna. Game ini menampilkan nostalgia dengan narasi terbaik dan karakter yang kuat. Narasi yang kelam justru meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi pemainnya.
 
Medcom.id sulit menemukan banyak kekurangan dari mode Campaign game Call of Duty: Modern Warfare ini. Sedikit spoiler, akhir dari narasi akan menjelaskan bahwa game ini adalah prekuel dari Call of Duty 4: Modern Warfare alias versi orginalnya.
 
Belum diketahui apakah Activision dan Infinity Ward akan meneruskan dengan versi reboot atau remake. Di dalam game ini karakter seperti General Shepherd, Soap, dan Ghost sudah disebutkan namanya termasuk kemunculan karakter Sgt. Kamarov.
Platform PC, PS4, Xbox One
Developer Infinity Ward
Publisher Activision
Tanggal Rilis 25 Oktober 2019
Genre First Person Shooter
9.5
Call of Duty: Modern Warfare
Plus
  • Game engine baru
  • Kualitas grafis memuaskan
  • Terdapat beberapa gameplay yang tidak selalu FPS
  • Narasi sangat mendalam
  • Konten kekerasan membuat merinding
Minus
  • Minim gameplay baru
  • Absennya beberapa karakteristik musuh atau gameplay


 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif