Keduanya sama-sama melakukan serangan yang terarah, setidaknya hingga pertahanan War Gods mengendur dan Argma menaklukannya.
Pada babak pertama, terjadi saling salip skor permainan. Argma selalu tampil lebih cepat melibas tim War Gods di arena permainan dan membuat selisih skor hingga 6 angka.
Misalnya saja terjadi duel antar kedua tim, ada beberapa pemain tim Argma yang belum bergabung berhadap-hadapan dengan tim War Gods memilih membuat kejutan dengan memilih jalur memutar untuk meyerang dari belakang sekaligus menutup jalur pelarian tim War Gods.
Namun, War Gods tampak sangat tepat memilih momentum ketika terjadi duel yang melibatkan hampir kedua belah tim. Di tengah duel yang kacau, mereka melancarkan serangan untuk menghentikan gerakan karakter lawan dan melakukan serangan area.
Alhasil, War Gods berhasil menyalip selisih angka permainan dan membalikkan keadaan. Gaya permainan ini berlangsung hingga ronde pertama selesai. Di ronde kedua gaya permainan tersebut masih digunakan, tapi kali ini tim Argma bereaksi lebih cepat, mereka akan mundur agar tidak dikeroyok.
Di saat keadaan memungkinkan, maka Argma berbalik mengeroyok pemain War Gods dengan sangat rapi hingga babak final berakhir seri untuk kedua tim skor 1-1. Di ronder ketiga pertahanan War Gods terlihat mulai mengendur.
Banyak pemain War Gods yang tercerai di arena permainan karena beberapa sibuk untuk farming sayangnya kegiatan farming ditinggalkan sebelum monster dillahkan karena pemain Argma menemukan mereka.
Dampaknya, pemain War Gods tidak fokus melakukan serangan ke turret lawan sekaligus mempertahankan turetnya sendiri dan mereka kesulitan naik level lantaran kegiatan farming mereka terganggu yang berujung kalah duel setelah dikejar pemain Argma.
Meskipun menghacurkan beberapa turret di 3 lane tapi para pemain tim Argma memilih untuk selalu melancarkan serangan bersama di upper lane. Ronde ketiga hanya berlangsung 20 menit, berbeda dengan kedua ronde sebelumnya yang berlangsung 30 menit.
Pada akhirnya, Argma memenangi duel Grand Final dengan skor 2-1 dan menjadi juara pertama. Filipina otomatis menjadi juara kedua. Sementara laga perebutan juara ketiga antara Fire Dragoon (Malaysia) dan Once ( Taiwan) yang tidak ditayangkan secara streaming dimenangkan oleh Fire Dragoon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News