Jika Terpilih, Caleg di Filipina Mau Blokir DOTA 2

Cahyandaru Kuncorojati 24 Oktober 2018 11:45 WIB
gamesesportdota 2
Jika Terpilih, Caleg di Filipina Mau Blokir DOTA 2
Gameplay DOTA 2.
Jakarta: Seorang calon legislatif di Filipina berjanji unik dalam kampanyenya. Ia akan mengajukan memblokir game DOTA 2 dan Clash of Clan di negara tersebut.

Dikutip dari The Nerd Mag, perempuan berusia 58 tahun bernama Bethsaida Lopez yang sejak tahun 2016 beberapa kali mencalonkan diri namun gagal, minggu lalu menyerahkan dokumen pendaftarannya. Dia memberikan janji kampanye akan memblokir dua game tersebut ke depannya.

Menurutnya, DOTA 2 dan Clash of Clans adalah game yang mempertontonkan kekerasan dan mendorong pemainnya terutama kalangan muda untuk malas mengejar target menyelesaikan pendidikannya. Namun, bukan berarti dia membenci game.


"Rencana saya adalah menggantinya dengan game edukatif. Misalnya game terkait ilmu sosial, jadi saya memanggil seluruh programmer di negara ini untuk menciptakan konten yang lebih baik dan banyak lagi," ungkap Lopez.
 

"Mereka yang menghabiskan waktu semalaman di warnet)tidak hanya bermain, tapi juga mempelajari beragam pelajaran," imbuhnya. Meskipun terdengar opininya merupakan niatan baik, tapi industri esport di Filipina tumbuh sangat pesat.

Baik DOTA 2 maupun Clash of Clans sudah menjadi salah satu game kelas internasional. Di Asian Games 2018, game Clash Royale masuk sebagai game yang dimainkan pada eksibisi esport antar negara.

Filipina juga memiliki beberapa tim esport ternama, TNC Esports dan Mineski, yang gaungnya cukup kencang hingga internasional termasuk Indonesia. Bahkan kafe internet High Grounds di Jakarta juga masih berafiliasi dengan bisnis esport Filipina.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.