Cara kerja Samsung PlayGalaxy Link.
Cara kerja Samsung PlayGalaxy Link.

Layanan Gaming Samsung Bakal Tutup Usia

Teknologi samsung games
Cahyandaru Kuncorojati • 17 Maret 2020 12:17
Jakarta: Di tengah tren cloud gaming yang memungkinkan game dari platform berbeda bisa dimainkan di smartphone dan lainnya justru Samsung berniat mengakhiri layanan serupa bernama PlayGalaxy Link. Layanan ini pertama kali diperkenalkan tahun lalu bersama Samsung Galaxy Note 10 Series.
 
Kabar bahwa Samsung akan menutup layanan PlayGalaxy Link muncul tiba-tiba di situs resmi layanan ini. Dijelaskan bahwa berdasarkan keputusan pihak internal, PlayGalaxy Link akan berhenti beroperasi pada 27 Maret 2020.
 
Padahal layanan tersebut selama ini masih beroperasi dalam tahap beta. Artinya, Samsung PlayGalaxy Link belum benar-benar dirilis alias versi final. Layanan ini memang hanya bisa diakses di beberapa smartphone Samsung yang termasuk kelas high-end, mulai dari Galaxy S10 Series Galaxy S9 Series, Galaxy Fold, Galaxy Note 10 Series, Galaxy Note 9, dan Galaxy A90.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari Gamasutra, pengumuman terkait berakhirnya layanan PlayGalaxy Link mengemuka setelah Samsung dan Microsoft menyatakan kerja sama untuk membangun layanan cloud gaming. Kemungkinan besar Samsung tidak ingin layanannya berbenturan dengan proyek bersama Microsoft.
 
Di bulan Februari saat pengumuman Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip, Samsung menyatakan kemitraan dengan Microsoft Xbox untuk memperluas ekosistem Project xCloud. Jadi bisa diprediksi bahwa smartphone Samsung selanjutnya akan kompatibel dengan cloud streaming milik Xbox.
 
Microsoft sendiri tengah mematangkan layanan Project xCloud untuk bersaing langsung dengan Google Stadia. Melihat kerja sama Samsung dengan Microsoft Xbox jelas pihak Samsung lebih diuntungkan dibandingkan harus menyediakan layanan sendiri.
 
Sebelumnya, PlayGalaxy Link memiliki cara kerja seperti aplikasi Valve Steam Link. Jadi aplikasi tersebut digunakan untuk melakukan streaming dari game di PC ke smartphone. Hal ini berbeda dibandingkan Microsoft Project xCloud dan Google Stadia yang melakukan streaming langsung dari data center.
 
Artinya, Samsung tidak akan perlu memperkaya katalog game mereka. Microsoft Xbox sendiri memiliki banyak studio developer game yang sudah memiliki karya besar. Tidak heran apabila Microsoft Xbox tidak gentar dengan Google Stadia yang lebih dulu dirilis ke publik.
 
Microsoft Xbox sudah menang selangkah dari segi konten dengan memilki banyak game pilihan. Google Stadia dirilis ke publik dengan hanya menyediakan sedikit game sehingga layanan mereka sempat dikecam oleh banyak gamer.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif