Salah satu aspek penting yang tetap dipertahankan dalam game ini adalah sistem agama, meskipun dengan beberapa perubahan signifikan dari Civilization 6. Dalam game sebelumnya, agama bisa menjadi salah satu jalur utama menuju kemenangan, dengan pertempuran teologis yang sering terjadi antara misionaris dan unit keagamaan lainnya.
Namun, dalam Civ 7, sistem agama telah disederhanakan dan tidak lagi memiliki peran sebesar sebelumnya. Meskipun begitu, penyebaran agama masih memiliki dampak terhadap jalur budaya peradaban, terutama dalam tahap awal permainan.
Sistem Agama dalam Civilization 7
Berbeda dengan seri sebelumnya, Civ 7 membatasi relevansi agama hanya pada era eksplorasi. Tidak ada lagi kondisi kemenangan berbasis agama, sehingga keberadaannya lebih berfungsi sebagai bagian dari jalur warisan budaya (cultural legacy path).Pemain masih dapat memilih agama untuk peradaban mereka, tetapi perbedaan antaragama tidak memiliki dampak besar pada jalannya permainan. Namun, kepercayaan reliquiari (reliquary beliefs) memainkan peran penting dalam memperoleh relik, yang merupakan komponen utama dalam jalur warisan budaya selama era eksplorasi.
Oleh karena itu, meskipun agama tidak lagi menjadi fokus utama, strategi yang baik dalam penyebarannya dapat memberikan keuntungan budaya yang signifikan bagi peradaban pemain. Untuk menyebarkan agama, pemain perlu melatih atau membeli unit Misionaris. Unit ini adalah pasukan sipil yang hanya bisa direkrut di kota yang memiliki Kuil (Temple).
Berbeda dengan versi sebelumnya, misionaris di Civ 7 tidak bisa bertarung satu sama lain dalam pertempuran religius. Sebaliknya, mereka hanya dapat menggunakan daya (charge) yang dimiliki untuk menyebarkan agama di suatu pemukiman. Setelah daya mereka habis, unit tersebut akan hilang dari permainan.
Cara Menyebarkan Agama Secara Efektif
Setiap kali pemain menggunakan daya Misionaris di suatu pemukiman, agama yang dianut oleh misionaris tersebut akan langsung diterapkan dalam satu putaran (turn). Namun, jika pemukiman yang dituju sudah memiliki agama lain, pemain harus mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memastikan konversi berjalan dengan sempurna.Mulai dari Lahan Pedesaan
Pemain harus terlebih dahulu mengirim Misionaris ke lahan pedesaan yang telah ditingkatkan (improved rural tile). Lahan pedesaan termasuk lahan pertanian (farm), peternakan (pasture), tambang (mine), penggalian batu (quarry), atau lahan sumber daya lainnya. Dengan menggunakan daya Misionaris di area ini, pemain akan memulai proses konversi agama di pemukiman tersebut.
Pindah ke Wilayah Perkotaan
Setelah menggunakan daya pertama di lahan pedesaan, pada putaran berikutnya pemain harus memindahkan unit Misionaris ke lahan perkotaan (urban tile). Lahan perkotaan mencakup semua petak yang memiliki bangunan, seperti rumah, kuil, atau pasar. Pemain kemudian harus menggunakan daya kedua Misionaris untuk memperkuat penyebaran agama di wilayah ini.
Mengamankan Konversi Total
Dalam beberapa kasus, konversi agama di pemukiman mungkin memerlukan beberapa putaran tambahan sebelum sepenuhnya berpindah. Namun, jika langkah-langkah di atas telah dilakukan dengan benar, pemain tidak perlu menggunakan daya tambahan kecuali ada campur tangan dari misionaris lawan yang mencoba mengembalikan agama sebelumnya.
Meskipun agama di Civilization 7 tidak lagi menjadi jalur kemenangan utama, sistem ini tetap berperan penting dalam pengembangan budaya peradaban pemain selama era eksplorasi. Misionaris menjadi unit kunci dalam penyebaran agama, meskipun penggunaannya lebih sederhana dibandingkan game sebelumnya.
Dengan memahami cara kerja penyebaran agama dan memanfaatkan misionaris secara strategis, pemain dapat memaksimalkan keuntungan budaya yang dihasilkan oleh relik dan jalur warisan budaya.
Oleh karena itu, meskipun agama bukan lagi elemen yang menentukan kemenangan, pemain yang cermat dalam menggunakannya tetap bisa mendapatkan keunggulan dalam membangun peradaban yang kuat dan berkembang di Civilization 7.
(Valesca Saputra)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News