BOOM.ID perwakilan Indonesia di laga Final APAC (Asia Pacific) Predator League 2018.
BOOM.ID perwakilan Indonesia di laga Final APAC (Asia Pacific) Predator League 2018.

Puas di Posisi 2, BOOM.ID Siap Bidik Turnamen Internasional Berikutnya

Teknologi games acer esport acer predator league 2018
Cahyandaru Kuncorojati • 22 Januari 2018 14:24
Jakarta: Perwakilan Indonesia, BOOM.ID, di laga Final APAC (Asia Pacific) Predator League 2018 yang digelar Acer kemarin, 21 Januari 2018, harus puas mendapatkan posisi sebagai Juara 2 setelah ditaklukan perwakilan Malaysia, Geek Fam.
 
Meskipun begitu dalam wawancara usai penyerahan hadiah pemenang Juara 2 sebesar USD25.000 (Rp333 juta) wajah para pemain BOOM.ID terlihat sangat puas, begitu juga menurut pengakuan anggotanya.
 
BOOM.ID untuk tim game DOTA 2 diisi oleh Muhammad ‘inYourdreaM’ Rikzy, Dolly ‘SaintDeLucaz’ Van Pelo, Alfi ‘Khezcute’ Nelphyana, Randy ‘Dreamocel’ Sapoetra, dan Tri ‘Jhocam’ Kuncoro.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita dari awal sudah memprediksi bahwa Indonesia akan bertemu dengan Malaysia, jadi menurut kami Malaysia itu lawan tertangguh sepanjang laga grand final 8 negara," ungkap Alfi.
 
Berbeda lagi dengan Klasifikasi Nasional Predator League 2018 beberapa bulan lalu, menurut Alfi, tim DOTA 2 dari EVOS CUBS adalah yang terberat. Afi mengakui bahwa tim tersebut termasuk yang disegani di tingkat nasional dan sudah memiliki banyak prestasi.
 
BOOM.ID sendiri baru lahir di tahun 2016, tapi banyak pemerhati esport yang setuju tim yang usianya masih muda ini haus akan prestasi. Hal itu sudah terbukti dengan prestasi cukup banyak saat ini.
 
Kembali ke laga Predator League 2018, BOOM.ID yang sempat ditaklukan juga oleh perwkailan Malaysia di babak semifinal mengakui bahwa tim lawan sangat adaptif terhadap rencana serangan dan permainan BOOM.ID.
 
"Mereka seperti selalu selangkah di depan, sata kita sudah siapin rencana A ternyata mereka bisa kasih balasan dan kita gak punya rencana lain yang cukup. Selain itu, meskipun pilihan hero (karakter game) mereka sedikit tapi mereka paham sekali memainkannya," jelas Alfi.
 
Alfi menyadari banyak pihak yang terkejut setelah BOOM.ID berhasil membalas dengan selisih skor sangat besar dari Geek Fam di ronder kedua. Namun, di ronde ketiga situasinya justru berbalik.
 
"Ibaratnya kalau di sepak bola, tim besar yang sering juara pun kadang bisa kalah melawan tim kecil hanya karena strategi dan gaya bermain. Jadi ya kita memang belum bisa setangguh tim internasional, tapi kita juga enggak lemah karena bisa berjuang sejauh ini," jelas Alfi.
 
Segenap tim BOOM.ID setuju bahwa penyelenggaraan APAC Predator League 2018 oleh Acer sudah sangat baik dan menunjukkan ke perwakilan tim luar negeri bahwa Indonesia sudah bisa menyuguhkan turnamen esport skala internasional. BOOM.ID menyatakan siap untuk turnamen selanjutnya beberapa bulan lagi.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif