Sakura School Simulator.
Sakura School Simulator.

Kesalahan Pemula di Game Sakura School Simulator dan Cara Menghindarinya

Cahyandaru Kuncorojati • 03 Februari 2026 14:18
Ringkasnya gini..
  • Banyak pemula di Sakura School Simulator gagal progres karena tidak memahami dasar gameplay dan interaksi NPC.
  • Kesalahan umum pemain baru Sakura School Simulator adalah jarang eksplorasi, salah prioritas misi, dan mengabaikan fitur penting.
  • Memahami mekanik dasar Sakura School Simulator membantu pemain pemula bermain lebih efektif dan menikmati game sepenuhnya.
Jakarta: Sakura School Simulator menjadi salah satu game simulasi bertema kehidupan sekolah Jepang yang menarik perhatian pemain di Indonesia dan global. Game ini menghadirkan dunia terbuka penuh interaksi, misi, dan kebebasan gaya bermain yang luas, dari kehidupan sekolah standar hingga aksi konyol di kota virtual.
 
Meski terkesan ringan, banyak pemain pemula sering melakukan kesalahan yang justru memperlambat progres mereka atau membuat pengalaman bermain kurang optimal. 
 
Berikut sejumlah kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemain baru, beserta strategi sederhana untuk mengatasinya.
 

1. Langsung Terjun Tanpa Memahami Dasar Gameplay

Sejumlah pemula sering langsung menjelajah atau membuat karakter tanpa memahami dasar mekanik permainan. 

Padahal, Sakura School Simulator memiliki banyak elemen yang berbeda, seperti interaksi dengan NPC, penyelesaian misi, serta eksplorasi area sekolah dan kota yang sebaiknya dipahami dulu sebelum bermain agresif.
 
Kesalahan ini sering membuat pemain kebingungan ketika berhadapan dengan aktivitas yang tampak tidak jelas tujuan, seperti mencari misi atau bicara dengan karakter lain.
 
Pemain yang mengabaikan tutorial dasar pun sering melewatkan fitur penting, misalnya petunjuk kontrol berjalan, berinteraksi, atau menyelesaikan tantangan di sekolah.
 

2. Tidak Mengeksplor Seluruh Dunia Game

Banyak pemula terpaku hanya pada area sekolah atau aktivitas sederhana saja. Padahal, dunia Sakura School Simulator jauh lebih luas dan penuh tempat menarik untuk dijelajahi, mulai dari gedung sekolah, lapangan olahraga, toko kota, hingga area kota besar.
 
Eksplorasi ini penting karena sejumlah misi dan peluang interaksi dengan NPC berada jauh dari area sekolah awal. Pemain yang hanya berdiam di satu area sering melewatkan misi sampingan, hadiah item, atau peluang membangun hubungan dengan karakter lain.
 

3. Mengabaikan Interaksi dengan NPC

Interaksi dengan NPC (non-player character) merupakan bagian penting dalam permainan ini. Pemula sering melewatkan fitur ini dan langsung fokus pada aksi atau eksplorasi tanpa berbicara dengan karakter lain. 
 
Padahal, membangun hubungan dengan NPC bisa membuka misi baru, hadiah, atau uang in-game yang berguna untuk progres.
 
Beberapa NPC bahkan dapat memberikan tugas, hadiah uang, atau kesempatan memperluas cerita. Pemain yang tidak memanfaatkan fitur ini sering merasa kekurangan sumber daya game.
 

4. Salah Mengatur Prioritas Misi

Game ini memiliki beragam misi yang diberikan oleh NPC maupun aktivitas sekolah yang harus diselesaikan. Pemula sering terjebak menyelesaikan satu jenis misi tanpa memahami pentingnya urutan atau waktu pengerjaan, sehingga progres cerita terasa lambat.
 
Kesalahan ini bisa diatasi dengan melihat daftar misi yang tersedia dan memahami tujuan masing-masing. Beberapa misi memberi poin atau reward yang membuka kemampuan baru, sehingga pemain disarankan memprioritaskan misi bernilai tinggi terlebih dahulu.
 

5. Mengabaikan Kustomisasi Karakter

Beberapa pemula juga sering melewatkan fitur kustomisasi karakter yang tersedia sejak awal, seperti tampilan wajah, rambut, atau pakaian kostum. 
 
Padahal, kustomisasi tidak hanya estetika, tetapi dapat memberi identitas kuat pada karakter serta membuat pengalaman bermain lebih personal dan menyenangkan. Berbagai kostum juga sering menarik reaksi spesial dari NPC atau membuka mode permainan baru untuk eksplorasi.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA