Review Game

Lara Semakin 'Gelap' di Shadow of The Tomb Raider

Mohammad Mamduh 07 Oktober 2018 12:11 WIB
gamesreview game indonesia
Lara Semakin Gelap di Shadow of The Tomb Raider
Shadow of The Tomb Raider dari Square Enix
Jakarta: Lara Croft kembali bertualang tahun ini lewat seri terbarunya Shadow of The Tomb Raider. Sebagian gamer mengenal Lara Croft sebagai salah satu tokoh wanita fenomenal dalam sejarah video game. Franchise Tomb Raider tidak pernah lepas dari keberadaannya.

Memang, apa yang dituangkan oleh pihak pengembang Crystal Dynamics dan penerbit Square Enix adalah kisah dirinya yang menjalani hidup sebagai arkeolog. Ini juga mengingatkan saya pada game pesaing, Uncharted. Jika dilihat lebih jauh, keduanya tidak punya banyak persamaan.

Shadow of The Tomb Raider semakin membuktikan hal tersebut. Dalam artikel ini, Medcom.id akan mengulas secara mendalam Shadow of The Tomb Raider.


Meneruskan Rise of The Tomb Raider yang meluncur tiga tahun silam, game ini menjadi jawaban Lara mengenai akhir hidup ayahnya yang dikatakan tragis. Ia kali ini akan bertualang bersama temannya, Jonah Maiava, di benua Amerika Selatan. Artinya, pemain akan diajak bertualang menelusuri sisa peradaban suku Maya.

Seperti biasa, organisasi Trinity yang menjadi penyebab keluarga Lara hancur juga muncul. Ternyata mereka punya objektif yang sama, tetapi Trinity selalu punya niat lain yang membahayakan dunia.



Shadow of The Tomb Raider menawarkan latar tempat di benua Amerika Selatan. Anda bersama Lara bakal menjelajah pedalaman beberapa negara yang identik dengan peradaban kuno bangsa Maya. Anda akan menjelajah Brasil dan Peru, dan terfokus pada wilayah yang identik dengan hutan rimba yang penuh dengan misteri dan tantangan.

Hal menarik pertama yang langsung terlihat pada awal permainan adalah Anda akan dibawa langsung beraksi bersama Lara. Tak banyak intro yang muncul, pemain langsung melihat Lara tengah sibuk menghadapi situasi genting. Ini hal yang cukup bagus karena memberikan stimulan kepada pemain untuk berpikir cepat dan fokus dalam game. Dengan begitu, pemain akan selalu bersemangat setiap kali main Shadow of The Tomb Raider.

Latar tempat Shadow of The Tomb Raider mayoritas terdiri dari hutan rimba, dalam gua, dan wilayah yang bisa diselami Lara. Mungkin terkesan membosankan, tapi sebenarnya pihak pengembang berhasil menyajikan lingkungan permainan yang membuat gamer penasaran. Setiap lokasi menawarkan akses jalan dengan cara yang cukup kreatif.

Anda tidak selalu berjalan dan melompat, tetapi juga harus bergelantung dan menyeberang dengan tali. Tekniknya memang tidak berbeda dengan seri sebelumnya, dan pihak pengembang meningkatkan pengalaman seperti ini dengan menambah banyak rintangan.



Seri Tomb Raider tidak pernah lepas dari puzzle. Shadow of The Tomb Raider mencoba menawarkan tantangan kepada pemain, saat Lara harus membuka jalan dengan menggerakkan beberapa alat. Mekanismenya harus memanfaatkan beberapa keterampilan Lara sekaligus. Seringkali cara memecahkannya tidak berada dalam penglihatan Lara.

Ini memang membuat pemain mengasah daya pikir mereka. Ada juga puzzle yang akan menuntut pemain mencapai tempat tertentu. Secara keseluruhan, puzzle yang ada pada Shadow of The Tomb Raider sangat menarik dan menantang.

Luas wilayah permainan Shadow of The Tomb Raider secara keseluruhan cukup besar. Tidak semua wilayah bisa Anda kunjungi ketika pertama kali menemukannya. Pemain masih bisa mengujungi lokasi tersebut dengan mengaktifkan Fast Travel di api unggun. Api unggun ini juga berfungsi sebagai tempat untuk meningkatkan kemampuan senjata atau mengatur perlengkapan Lara.

Shadow of The Tomb Raider menyediakan beberapa lokasi yang di dalamnya terdapat banyak NPC. Ini memang menjadi tempat istirahat sementara dari petualangan yang cukup membuat pemain berdebar-debar. Pada tempat yang seperti desa atau kota kecil ini, Lara bisa berinteraksi, mencari dan menyelesaikan misi sampingan (side quest), atau membeli item untuk perjalanan.



Sistem pertarungan Shadow of The Tomb Raider tidak berbeda dengan seri sebelumnya. Apa yang menjadi kelebihan kali ini adalah cara penyelesaian yang tidak selalu frontal.

Ketika posisi Lara diketahui lawan, ia bisa membuat dirinya tak terlihat lagi, tentunya dengan memanfaatkan lingkungan dan objek sekitar. Pemain biasanya menemui kesulitan ketika satu area punya musuh dalam jumlah yang lumayan banyak dan bersenjata cukup lengkap.

Anda bisa bersembunyi di balik semak belukar, atau tanaman menjalar di tembok. Lara semakin tidak terlihat saat menutupi dirinya dengan lumpur. Ya, menutupi lumpur adalah salah satu kemampuan baru Lara dalam bertarung. Ada juga beberapa kemampuan tambahan yang bisa dibuka dengan skill point.



Membicarakan kualitas visual, Shadow of The Tomb Raider menawarkan tampilan yang indah. Ini mungkin karena sebagian besar lokasi permainan berupa hutan belantara yang penuh dengan warna hijau. Ada juga beberapa tempat yang punya danau atau jalur air bawah tanah yang bisa ditelusuri Lara. Refleksi air dibuat cukup realistis dan jernih.

Permainan efek cahaya kali ini juga terlihat lebih kental, dengan beberapa lokasi yang menonjolkan bayangan dari beberapa objek. Contohnya bisa dilihat pada malam hari, yang sebagian besar lokasinya menekankan sumber cahaya dari lampu pijar atau api unggun.


Kesimpulan
Apakah Shadow of The Tomb Raider wajib Anda mainkan? Jawabannya adalah ya. Ini adalah game teranyar menjelang akhir 2018 yang menyajikan cerita seru, mengharukan, serta menyedihkan.

Shadow of The Tomb Raider juga punya moral cerita yang bisa membuat pemainnya tersadar bahwa Lara adalah karakter yang sangat berbeda dengan jagoan pada game lain selama ini. Dibungkus dengan dunia permainan dan sistem pertarungan yang menantang sekaligus mendebarkan, ini adalah salah satu game Action-Adventure yang layak Anda miliki tahun ini.

Di satu sisi, jika kita membandingkan secara keseluruhan dengan Rise of The Tomb Raider, tidak banyak inovasi yang ditawarkan. Ini seakan pemain hanya memperhatikan unsur cerita ketimbang membuat mereka lebih penasaran dengan cara mereka beraksi dalam Shadow of The Tomb Raider.

Platform: PlayStation 4, Xbox One, PC
Developer: Eidos Montreal
Publisher: Square Enix
Tanggal Rilis: 14 September 2018
Genre: Action-Adventure

 
 
8
Shadow of The Tomb Raider
Plus
  • Cerita makin seru
  • Gaya bertarung lebih dinamis
  • Banyak puzzle dan misteri menarik
  • Tampilan grafis bagus
Minus
  • Puzzle cenderung lebih mudah
  • Tak banyak inovasi secara keseluruhan




(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.