Warlock: Dungeons and Dragons
Warlock: Dungeons and Dragons

Warlock, Game Dungeons & Dragons Baru dari Invoke Studios

Mohamad Mamduh • 08 Januari 2026 18:26
Jakarta: Upaya Wizards of the Coast membangun Dungeons & Dragons sebagai semesta game yang mampu memuat beragam genre kembali berlanjut. Dalam ajang The Game Awards 2025, Wizards memperkenalkan Warlock: Dungeons & Dragons, game aksi-petualangan terbaru yang dikembangkan oleh Invoke Studios.
 
Pengumuman Warlock hadir di tengah meningkatnya minat terhadap game berbasis D&D, terutama setelah kesuksesan Baldur’s Gate 3. Berbeda dari pendekatan role-playing berbasis giliran yang identik dengan waralaba tersebut, Warlock justru mengambil jalur aksi-petualangan dengan pengalaman bermain yang lebih terfokus dan sinematik. Invoke Studios menyebut game ini masih dalam tahap awal pengembangan, dengan rencana pengungkapan gameplay pada 2026 dan target rilis pada 2027.
 
Trailer perdana yang ditampilkan di The Game Awards memperkenalkan Kaatri, karakter orisinal yang diperankan oleh Tricia Helfer. Ia digambarkan sebagai mantan ahli senjata yang memperoleh kekuatan supranatural dan harus berhadapan dengan berbagai makhluk berbahaya, termasuk monster ikonik Death Kiss. Nuansa fantasi gelap terasa kuat lewat atmosfer muram, iringan musik berat, serta gambaran dunia yang jauh dari kesan heroik klasik.

Invoke Studios sendiri merupakan pengembang berbasis Montreal yang sebelumnya dikenal sebagai Tuque Games. Studio ini diakuisisi Wizards of the Coast sebagai bagian dari investasi mereka di pengembangan game AAA. Dengan tim sekitar 180 orang, Invoke dihuni pengembang yang telah lama berkecimpung dalam genre aksi-petualangan, sesuatu yang kemudian menjadi dasar pendekatan mereka terhadap semesta D&D.
 
Jeff Hattem, Vice President of Creative di Invoke Studios, mengatakan pengalaman tersebut menjadi alasan kuat membawa D&D ke jalur aksi.
 
“Itu sudah menjadi DNA studio kami. Banyak dari tim di sini memiliki pengalaman panjang mengerjakan game aksi-petualangan. Karena itu, kami merasa membawa merek Dungeons & Dragons ke ruang tersebut adalah cara yang tepat untuk membuat game berkualitas dengan keahlian yang kami miliki,” ujar Hattem seperti dikutip dari Polygon Kamis, 8 Januari 2026.
 
Proyek D&D sebelumnya yang digarap Invoke, Dungeons & Dragons: Dark Alliance (2021), menjadi pelajaran penting. game tersebut menuai respons beragam dan dinilai terlalu ambisius tanpa fokus yang jelas. Menurut Hattem, pengalaman itu mendorong tim untuk mengambil pendekatan berbeda pada Warlock.
 
“Jika kami mencoba memasukkan terlalu banyak hal yang ditawarkan Dungeons & Dragons, hasilnya justru akan melebar ke mana-mana. Fokus selalu menjadi hal utama. Kami ingin benar-benar jelas dengan visi game yang kami bangun dan menemukan keseruan yang spesifik dari game ini,” kata Hattem.
 
Pendekatan fokus itu tercermin dari keputusan menjadikan Warlock sebagai game dengan satu kelas karakter yang bisa dimainkan, yakni warlock. Tidak ada kebebasan memilih kelas seperti dalam permainan tabletop atau RPG klasik. Bagi Invoke, pilihan ini justru memungkinkan pendalaman karakter dan mekanik permainan yang lebih kuat.
 
Hattem menjelaskan ketertarikannya terhadap warlock sudah lama tertanam. “Dalam Dungeons & Dragons, warlock memiliki karisma yang sangat tinggi. Tipe karakter yang ketika masuk ke sebuah ruangan langsung menarik perhatian semua orang. Mereka mampu meyakinkan makhluk paling kuat di dunia untuk memberikan kekuatan magis. Dari situ saya ingin membangun pengalaman menjadi seorang warlock,” ujarnya.
 
Karakter utama Kaatri pun dirancang mengikuti gagasan tersebut. Ia bukan penyihir klasik dengan jubah dan tongkat, melainkan figur fantasi gelap yang lebih kasar dan tidak selalu bersih. Invoke menyebut inspirasinya datang dari karakter-karakter perempuan kuat dengan sisi kelam, yang menjadikan Kaatri sosok sentral dalam cerita tanpa harus bergantung pada lore D&D yang kompleks. Pemain baru pun disebut tidak perlu pengetahuan mendalam tentang dunia D&D untuk mengikuti kisahnya.
 
Salah satu aspek yang paling ditekankan dalam Warlock adalah sistem sihir. Invoke Studios ingin menjauh dari pola umum game aksi yang menjadikan mantra sekadar proyektil atau ledakan area. Dalam Warlock, sihir dirancang lebih sistemik dan fleksibel.
 
“Selalu ada cara paling sederhana untuk menggunakan mantra. Namun kami mendorong pemain untuk berpikir kreatif dengan sihir. Setiap mantra memiliki fungsi yang bisa dimanfaatkan untuk menjelajah, memecahkan tantangan lingkungan, membuka rahasia, hingga menghadapi musuh dengan cara yang tidak biasa,” tutur Hattem.
 
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan kebebasan bereksperimen yang terinspirasi dari semangat permainan tabletop, tanpa harus meniru strukturnya secara mentah. Invoke menyebut momen terbaik dalam pengujian internal justru muncul ketika pemain menemukan solusi yang tidak direncanakan pengembang.
 
Meski berada di bawah payung Wizards of the Coast, Invoke Studios disebut tetap memiliki otonomi kreatif dalam mengembangkan Warlock. Di sisi lain, mereka juga memiliki akses langsung ke tim D&D untuk memastikan keaslian dunia dan konsistensi semesta.
 
Saat ini, Warlock: Dungeons & Dragons masih dalam tahap pengembangan dan direncanakan meluncur untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series. game ini diharapkan menjadi langkah penting berikutnya dalam upaya Wizards of the Coast menjadikan Dungeons & Dragons sebagai semesta lintas genre, bukan hanya RPG berbasis giliran, tetapi juga aksi-petualangan dengan identitas kuat.
 

 
(Sheva Asyraful Fali)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan