Konsol yang merupakan replika mini dari konsol klasik Nintendo tersebut dikatakan memiliki jeroan layaknya sebuah komputer Linux berukuran mini. Kabar buruknya, NES Classic sama sekali tidak memberikan opsi bagi pengguna untuk menambah game ke dalamnya.
Menurut Gizmodo, hal tersebut dikarenakan tidak adanya opsi untuk menghubungkan penyimpanan eksternal ke konsol mini ini. Selain itu NES Classic juga memiliki modul memori yang ditanam secara permanen sehingga hampir mustahil untuk diganti.
Unless you want to desolder flash memory from the motherboard, looks like it's impossible to add new games to NES Classic. pic.twitter.com/jc99WSrNJj
— Peter Brown (@PCBrown) November 2, 2016
Dari hasil pengamatan GameSpot, NES Classic hanya merupakan sebuah komputer Linux mini yang dijejalkan ke dalam casing NES berukuran mini. Komputer tersebut ditenagai oleh prosesor Allwinner R16 yang didalamnya terdiri dari 4 buah CPU Cortex-A7 dan GPU Mali 400 MP2. Sedangkan RAM-nya berukuran 256MB DDR3 dari SKHynix dan dilengkapi dengan penyimpanan NAND Flash sebesar 512MB.
Komputer yang dijual dengan nama NES Classic ini sangat sederhana dan sangat murah untuk dibuat. Konsol mini ini juga jauh lebih kencang dari pendahulunya yang hanya menggunakan prosesor MOS 6502 berkecepatan 1,79MHz. Ini membuat NES Classic 1000 kali lebih kencang dari NES orisinil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News