Project Windless diadaptasi dari novel fantasi legendaris Korea berjudul The Bird That Drinks Tears karya Lee Yeong-do, yang dikenal luas sebagai salah satu karya paling berpengaruh dalam literatur fantasi Korea. Menariknya, game ini mengambil latar waktu sekitar 1.500 tahun sebelum kisah utama novel, menghadirkan era mitologi ketika legenda mulai terbentuk.
Pemain akan berperan sebagai Hero King, seorang pejuang legendaris dari ras Rekon yang menggunakan pedang kembar berbahan bintang. Dunia dalam game menampilkan empat ras cerdas: Manusia, Rekon, Nhaga, dan Tokkebi, masing-masing dengan budaya dan peran unik dalam konflik besar yang terjadi.
Dari sisi gameplay, Project Windless menekankan narasi yang digerakkan oleh pemain. Setiap keputusan akan memengaruhi jalannya perang, aliansi, hingga sejarah dunia. Pertarungan berlangsung dalam format real-time, skill-based combat, dengan sistem Mass Technology yang memungkinkan ribuan prajurit dan makhluk raksasa bertempur secara bersamaan.
Krafton menegaskan bahwa fokus utama game ini adalah memberikan kuasa penuh kepada pemain untuk membentuk legenda, bukan sekadar menyaksikan cerita. Dengan kombinasi keahlian AAA Barat dan autentisitas budaya Korea, Project Windless diharapkan menjadi salah satu RPG premium yang paling ambisius.
Game ini akan hadir di PC dan konsol, meski jadwal rilis resmi belum diumumkan. Bersamaan dengan trailer, Krafton juga merilis Developer Diary yang memperlihatkan visi kreatif dan filosofi desain di balik pengembangan Project Windless. Pihak pengembang mengatakan nuansa yang dibawa nantinya akan seperti Lord of The Rings versi Korea.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News