Namun, hasil akhirnya membuktikan bahwa di balik mekanisme monetisasi versi selulernya, terdapat jiwa JRPG klasik yang kuat. Octopath Traveler 0 menawarkan salah satu sistem pertarungan paling strategis dalam seri ini.

Berbeda dengan dua pendahulunya yang berfokus pada delapan protagonis dengan cerita terpisah, Octopath Traveler 0 memiliki narasi yang lebih terpusat. Kita berperan sebagai The Chosen One, karakter protagonis bisu yang kita buat sendiri. Cerita dimulai dengan tragedi: kehancuran desa Wishvale oleh kelompok antagonis Scarlet Wings yang mencari Cincin Ilahi.
Premis utamanya adalah Restoration and Retribution (Pemulihan dan Pembalasan). Tugas kita memburu tiga penjahat utama yang masing-masing mewakili hasrat manusia yang menyimpang: Herminia (Kekayaan/Wealth), Tytos (Kekuasaan/Power), dan Auguste (Ketenaran/Fame).
Penulisan karakter penjahat ini sangat menonjol, terutama Auguste The Playwright, yang menyajikan kisah gelap nan teatrikal yang bisa dibandingkan dengan kegilaan Kefka dari Final Fantasy VI. Tema yang diangkat jauh lebih gelap dan dewasa dibanding seri utamanya, menyentuh isu perbudakan, pembunuhan massal, dan manipulasi psikologis.

Struktur episodik yang diwarisi dari versi mobile terkadang mengganggu pacing cerita. Kita sering kali harus melompat dari satu jalur cerita ke jalur lain, yang bisa merusak ketegangan emosional saat menghadapi cliffhanger. Selain itu, keputusan menggunakan protagonis bisu membuat interaksi antar-karakter terasa kurang hidup dibandingkan dinamika erat The Eight Travelers di Octopath Traveler II.
Octopath Traveler 0 menggandakan jumlah anggota party aktif dari empat menjadi delapan. Pemain menyusun dua baris: empat di depan dan empat di belakang. Ini mengubah strategi secara drastis. Karakter di baris belakang memulihkan HP dan SP secara pasif, memungkinkan rotasi taktis tanpa henti.

Tidak perlu lagi terlalu hemat menggunakan skill mahal, kita bisa mengeluarkan serangan terkuat, lalu menarik karakter ke belakang untuk memulihkan diri. Ditambah dengan kehadiran Ultimate Techniques yang unik untuk setiap karakter, pertempuran bos terasa epik dan menuntut perencanaan matang. Sistem rekrutmen juga telah dirombak total. Tidak ada lagi gacha. Lebih dari 30 karakter, termasuk wajah familiar seperti Therion dan Tressa dari game pertama, kini direkrut melalui misi sampingan dan eksplorasi.
Elemen baru yang menyegarkan adalah fitur Town Building. Membangun kembali Wishvale terintegrasi langsung dengan kekuatan karakter. Dengan mengumpulkan material dan cetak biru, kita mendirikan toko senjata, penginapan, dan fasilitas lainnya. Karakter yang kita rekrut akan tinggal di kota ini dan memberikan bonus pasif, seperti diskon toko atau peningkatan EXP. Ini memberikan rasa kepemilikan dan tujuan jangka panjang yang memuaskan di luar pertempuran.

Secara visual, Octopath Traveler 0 tetap setia pada gaya HD-2D yang memukau. Pencahayaan dan efek air terlihat lebih modern dan tajam, terutama pada resolusi 4K di PC dan konsol current-gen. Lingkungan terasa lebih megah, mencerminkan skala perang yang menjadi latar cerita.
Komposisi musik orkestra dari Yasunori Nishiki luar biasa indah dan membangun atmosfer dengan sempurna, tetapi kualitas teknis suaranya mengecewakan. Terasa beberapa kali kompresi audio yang berlebihan, menyebabkan dialog suara terdengar pecah atau beresolusi rendah.

Kesimpulan
Octopath Traveler 0 adalah sebuah pencapaian teknis yang berhasil menyelamatkan cerita hebat dari belenggu gacha. Bagi penggemar JRPG yang menyukai pertarungan taktis yang kompleks dan manajemen tim, game ini adalah jawaban yang tepat.
Namun, jika mencari keintiman cerita dan interaksi karakter sehangat Octopath Traveler II, kita mungkin akan merasa sedikit berjarak dengan roster raksasa di game ini. Meskipun demikian, ini adalah perjalanan ke Orsterra yang sangat layak ditempuh.
| PLATFORM: | PS5, PS4, Nintendo Switch / Switch 2, PC, Xbox Series X/S |
| DEVELOPER: | DokiDoki Groove Works |
| PUBLISHER: | Square Enix |
| TANGGAL RILIS: | 4 Desember 2025 |
| GENRE: | RPG |
9.3
Octopath Traveler 0
Plus
- Karakter banyak
- Sistem battle lebih ramai
- Town building
- Narasi tetap bagus
Minus
- Teknis audio
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News