Dalam Reunion, pemain kembali mengikuti perjalanan Max yang masih bergulat dengan kekuatan memutar balik waktu. Kali ini, kekuatan tersebut hadir dengan variasi baru, termasuk kemampuan melompat ke dalam foto Polaroid untuk mengubah jalannya peristiwa. Chloe kembali sebagai tokoh utama kedua, menghadirkan sudut pandang berbeda dan memperkuat dinamika hubungan yang menjadi inti seri ini.
Cerita berpusat pada misteri kebakaran di Caledon University, tempat Max dan Chloe berusaha mengungkap kebenaran. Pilihan pemain akan menentukan arah hubungan keduanya, apakah tetap sebagai sahabat atau berkembang menjadi kisah cinta yang lebih dalam.
Mekanisme permainan tetap menonjolkan kekuatan rewind milik Max untuk memanipulasi percakapan, mengungkap kebohongan, dan menyelamatkan diri dari bahaya. Chloe membawa kembali kemampuan Backtalk yang khas, memungkinkan pemain menantang lawan bicara dengan gaya lugas dan penuh keberanian.
Narasi akan bergantian antara perspektif Max dan Chloe, menekankan kolaborasi serta kedekatan emosional mereka. Karakter pendukung dari Life is Strange: Double Exposure seperti Safi, Moses, Amanda, dan Vinh juga kembali hadir, memperkaya cerita dengan konflik dan hubungan baru.
Andrew James, Senior Brand Manager Square Enix, menyebut Reunion sebagai momen penuh lingkaran bagi tim pengembang maupun komunitas. Ia menegaskan bahwa perjalanan Max dan Chloe telah memengaruhi karier serta kehidupan pribadinya, sehingga penutup ini dirancang sebagai penghormatan bagi para penggemar yang setia mengikuti kisah mereka selama lebih dari satu dekade.
Dengan atmosfer emosional, pilihan moral yang kompleks, serta mekanisme permainan yang khas, Life is Strange: Reunion diharapkan menjadi akhir yang memuaskan bagi kisah Max dan Chloe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News