Call of Duty: Black Ops 7
Call of Duty: Black Ops 7

Review Game

Review Campaign Call of Duty: Black Ops 7

Mohamad Mamduh • 03 Januari 2026 09:50
Jakarta: Setelah kesuksesan Black Ops 6 di tahun 2024 yang membawa kita kembali ke era Perang Teluk, Activision dan Treyarch mengambil langkah berani dan berisiko dengan sekuel langsung hanya setahun kemudian.
 
Call of Duty: Black Ops 7 hadir dengan beban ekspektasi yang berat: harus menjadi penerus naratif dari Black Ops 2 yang legendaris, sekaligus membenarkan siklus rilis tahunan yang kian dipertanyakan. Berhubung game ini juga sangat menekankan multiplayer, ulasan kali ini akan berfokus pada mode campaign. 
 
Review Campaign Call of Duty: Black Ops 7

Black Ops 7 membawa pemain melompat ke tahun 2035, sepuluh tahun pasca insiden Raul Menendez yang ikonik di Black Ops 2. Dunia digambarkan sedang berada di ambang kehancuran, dengan perang psikologis. Kita kembali mengendalikan David Mason, yang kini memimpin unit elit JSOC Specter One bersama rekan lamanya, Mike Harper, serta karakter baru seperti Leilani Tupuola.
 
Fokus cerita berpusat di Avalon, sebuah kota fiksi di Mediterania yang dikuasai oleh korporasi teknologi The Guild. Premisnya menarik: The Guild, yang dipimpin oleh antagonis Emma Kagan, menggunakan racun saraf halusinogen bernama The Cradle untuk memanipulasi persepsi publik dan menciptakan teror buatan—termasuk membangkitkan sosok Raul Menendez melalui teknologi deepfake canggih.
 
Review Campaign Call of Duty: Black Ops 7
 
Meskipun narasi ini menjanjikan, eksekusinya terasa campur aduk. Mekanisme Mindscapes—level tempat pemain masuk ke dalam halusinasi karakter—memberikan variasi visual yang luar biasa, mulai dari visi surealis tentang masa lalu Frank Woods hingga koridor horor yang melanggar hukum fisika.
 
Namun, bagi penggemar veteran, ketergantungan plot pada elemen nostalgia (seperti kemunculan kembali Menendez) terkadang terasa seperti upaya putus asa untuk mengulang kejayaan masa lalu daripada membangun ancaman baru yang orisinal.
 
Review Campaign Call of Duty: Black Ops 7
 
Dari sisi mekanik, Black Ops 7 memperkenalkan Omnimovement, sebuah sistem pergerakan yang memungkinkan pemain untuk berlari (sprint), meluncur (slide), dan menyelam (dive) ke segala arah (360 derajat). Sistem ini membuat pertempuran terasa sangat dinamis, menetapkan standar baru untuk genre FPS arcade.
 
Namun, struktur desain Campaign layak dikritik. Berbeda dengan pengalaman sinematik linier tradisional, kampanye Black Ops 7 dirancang dengan fondasi Co-op 4 Pemain. Keputusan ini membawa dampak yang tidak simpel. Karena didesain untuk ditembaki oleh empat orang, bos dan musuh elit memiliki health bar yang tebal dan mekanisme armor plates, yang terasa melelahkan jika dimainkan sendirian.
 
Review Campaign Call of Duty: Black Ops 7
 
Meskipun pada mode Campaign, Black Ops 7 mewajibkan koneksi internet konstan. Ini membuatnya tidak memiliki fitur Pause. Jika membuka menu terlalu lama atau koneksi terputus, kita akan dikeluarkan dari sesi (kicked for inactivity) dan kehilangan progres misi.
 
Struktur misi yang terdiri dari 11 babak terasa singkat (sekitar 4-5 jam) dan terkadang repetitif, dengan beberapa level terasa seperti peta Warzone yang diisi bot daripada level kampanye yang dikurasi dengan ketat. Meskipun pada level terbuka di Avalon memanfaatkan kendaraan dan vertikalitas, hilangnya ritme narasi akibat struktur co-op sulit untuk diabaikan.
 
Secara visual, Black Ops 7 adalah salah satu game terkeren di generasi ini. Misi malam hari di Tokyo dengan lampu neon yang memantul di jalanan basah, serta detail lingkungan bawah laut di markas The Guild, ditampilkan dengan kualitas grafis next-gen yang memukau. Skor musik yang digubah oleh komposer veteran Jack Wall juga patut diacungi jempol, memadukan elemen orkestra dengan distorsi elektronik yang mencerminkan tema futuristik gim ini.
 
Review Campaign Call of Duty: Black Ops 7
 
Kesimpulan
Call of Duty: Black Ops 7 adalah game yang brilian secara mekanik. Ia menyediakan pengalaman gameplay paling halus dan memuaskan dalam beberapa tahun terakhir berkat Omnimovement. Namun, bagi mereka yang mencari pengalaman kampanye naratif yang mendalam dan imersif, Black Ops 7 mungkin akan mengecewakan karena eksperimen co-op yang dipaksakan dan kebijakan online.
 
PLATFORM: PS5, PS4, PC, Xbox Series X/S
DEVELOPER: Treyarch, Infinity Ward
PUBLISHER: Activision
TANGGAL RILIS: 14 November 2025
GENRE: FPS
 
 
8
Call of Duty: Black Ops 7
Plus
  • Mekanik Omnimovement luar biasa
  • Variasi level
  • Kustomisasi senjata
  • Gameplay seru ketika Co-Op
Minus
  • Terlalu dipaksa mode Co-Op
  • Koneksi internet wajib

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan