Dikutip dari PC GAMER, situs SteamSpy yang memantau penjualan dan kepopuleran game di layanan Steam memamerkan data terkait game PUBG di Tiongkok saat acara Game Developers Conference 2018 digelar.
SteamSpy menyebutkan bahwa game PUBG di Tiongkok dimainkan lebih sering dalam seminggu ketimbang di Amerika Serikat. Gamer PUBG di Tiongkok bisa memainkannya hingga waktu rata-rata 16 jam selama seminggu, sedangkan di Amerika Serikat hanya tujuh jam dalam seminggu.
Data lain yang ditemukan SteamSpy menyebutkan bahwa sebanyak 78 persen pengguna layanan Steam di Tiongkok pasti memiliki game PUBG. Di Amerika Serikat justru angka kepemilikannya enam kali lipat lebih besar.
Hal ini bisa dipahami bahwa gamer pengguna layanan Steam di Amerika Serikat membagi waktu bermain game mereka tidak hanya untuk game PUBG. Sayangnya, berdasarkan informasi yang diberikan pihak sistem anti-cheat BattlEye, 99 persen pengguna cheat yang tertangkap berasal dari Tiongkok.
Hal ini tidak akan menjadi positif bagi pengembang game PUBG, tapi juga Tencent sebagai pihak yang memberikan lisensi untuk game tersebut masuk ke Tiongkok. Bahkan beberapa hari lalu game PUBG versi mobile juga buatan Tencent sudah dirilis secara global.
Diprediksi bahwa tahun ini, pendapatan perusahaan Tencent juga sebagian besar akan berasal dari divisi game mobile seperti yang mereka alami pada tahun 2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News