Tencent sudah mendapatkan hak untuk mengoperasikan PUBG di Tiongkok, seperti dikutip dari Venture Beat. Beberapa bulan sebelumnya game tersebut dilarang pemerintah Tiongkok karena dianggap bertentangan dengan ideologi negara tersebut.
Seperti yang diketahui PUBG buatan developer Bluehole Studio asal Korea Selatan menjadi game terlaris di layanan Steam. Padahal, game tersebut masih dalam tahap early access atau pengembangan. Game ini berhasil terjual 20 juta kopi dengan jumlah pemain mencapai 2 juta orang.
Dalam game PUBG biasanya terdapat beberapa server permainan yang bisa dipilih tergantung wilayah. Untuk Tiongkok akan disediakan server khusus sehingga pemerintah setempat tetap bisa memantaunya.
Beberapa waktu lalu, berdasarkan pengumuman finansial perusahaan di kuartal ketiga tahun ini, Tencent mencatatkan pendapatan yang sangat fantastis. Tencent memperoleh keuntungan bersih sebesar RMB18 miliar atau USD2,7 miliar (Rp36 triliun) dari pendapatan sebesar RMB65,2 miliar atau USD9,8 miliar (Rp132 triliun).
61 persen pendapatan tersebut berasal dari industri game yang dimiliki Tencent. Game mobile Honour of Kings (Arena of Valor) dan League of Legends di platform PC, keduanya merupakan game MOBA.
Lebih fantastisnya lagi, Tencent memiliki saham di PUBG dan Fortnite. Kedua game tersebut merupakan kompetitor dengan konsep yang sama, battle royale dan sangat populer. Tencent juga baru merilis game dengan jenis yang sama untuk ponsel berjudul Glorious Mission.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News