Sony berupaya menjaga harga PS5 tetap stabil di tengah krisis RAM global. Langganan PS Plus dan harga game berpotensi naik.
Sony berupaya menjaga harga PS5 tetap stabil di tengah krisis RAM global. Langganan PS Plus dan harga game berpotensi naik.

Hindari Harga PS5 Jadi Mahal, Langganan PS Plus Kemungkinan Bakal Naik

Cahyandaru Kuncorojati • 19 Februari 2026 07:27
Ringkasnya gini..
  • Sony ingin menjaga harga PS5 tetap stabil di tengah krisis memori global dengan meningkatkan pendapatan dari pengguna lama.
  • Kenaikan harga RAM dan komponen akibat lonjakan permintaan AI membuat Sony mempertimbangkan monetisasi layanan digital, yaitu game dan langganan.
  • Belum ada keputusan resmi, namun strategi Sony bisa berdampak pada harga game dan langganan PS Plus Extra maupun Premium.
Jakarta: Sony disebut tengah menyiapkan strategi untuk meredam dampak kenaikan biaya komponen PlayStation 5 (PS5), terutama memori RAM yang harganya melonjak akibat krisis pasokan global. 
 
Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah meningkatkan pendapatan dari basis pengguna yang sudah ada, yang berpotensi berdampak pada kenaikan harga game dan langganan PlayStation Plus (PS Plus).
 
Industri teknologi saat ini menghadapi tekanan serius akibat lonjakan permintaan dari pusat data AI. 

Sebagian besar pasokan RAM dan penyimpanan global kini dialokasikan untuk kebutuhan data center, sehingga harga RAM, SSD, hingga GPU mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
 
Sony pun tidak luput dari situasi tersebut. Dikutip dari situs Notebookcheck, laporan sebelumnya menyebut perusahaan kemungkinan menunda peluncuran PlayStation 6 ke 2028 atau 2029 dari target awal 2027, dengan salah satu alasan utama adalah meningkatnya biaya memori dan komponen.
 
Dalam laporan keuangan terbaru, Chief Financial Officer (CFO) Sony, Lin Tao, menyatakan bahwa perusahaan telah mengamankan pasokan memori yang cukup untuk menjaga harga PS5 tetap stabil sepanjang 2026. 
 
Sony juga disebut terus bernegosiasi dengan pemasok guna memastikan kebutuhan produksi tetap terpenuhi.
 
Tetap saja, tekanan biaya dinilai tetap akan berdampak pada kinerja bisnis. Sony berencana memaksimalkan monetisasi dari “installed base” atau basis pengguna PlayStation yang sudah ada, bukan hanya mengandalkan penjualan konsol baru.
 
Strategi ini mencakup peningkatan pendapatan dari penjualan game digital, konten tambahan (add-ons), serta layanan jaringan dan model berlangganan seperti PS Plus.
 
“Mengingat posisi kami dalam siklus konsol saat ini, strategi penjualan perangkat keras dapat disesuaikan secara fleksibel,” tulis Sony dalam pernyataan di laporan keuangan terbaru.
 
“Kami berniat meminimalkan dampak kenaikan biaya memori pada segmen ini dengan memprioritaskan monetisasi dari basis pengguna yang sudah ada serta terus memperluas pendapatan dari perangkat lunak dan layanan jaringan,” lanjutnya.
 
Jika strategi tersebut dijalankan sepenuhnya, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh pemain. 
 
Harga game berpotensi naik secara bertahap, diskon besar saat periode promosi mungkin menjadi lebih jarang, dan langganan PS Plus terutama untuk tier Extra dan Premium berpeluang mengalami penyesuaian harga.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA