Zynga yang sebelumnya sempat berjaya dengan total nilai perusahaan mencapai USD10 miliar tersebut terpaksa harus menjaul kantor pusatnya lantaran perkembangan bisnisnya yang tidak stabil. Pengembang game tersebut bahkan sempat merumahkan beberapa karyawannya, dan dilaporkan telah merugi dalam beberapa kuartal terakhir.
Menurut Gamasutra, langkah yang diambil oleh Zynga sebenarnya telah diprediksi sebelumnya. Fortune sempat melaporkan bahwa kondisi keuangan Zynga yang semakin memburuk akan memaksa merka menjual kantornya.
Bangunan tersebut awalnya dibeli oleh Zynga pada tahun 2007 dengan harga USD228 juta. Dengan harganya yang terus naik, saat ini bangunan tersebut dihargai sekitar USD800 juta.
Venture Beat mengatakan, Zynga tidak akan meninggalkan bangunan tersebut secara langsung. Mereka akan menyewa bangunan tersebut dari pemiliknya yang baru, sehingga alamat kantornya tidak perlu dipindahkan.
Meski demikian, beberapa pengamat mengatakan bahwa langkah yang diambil oleh Zynga adalah salah besar. Langkah tersebut justru akan membuat investor semakin yakin bila Zynga sedang dalam kondisi yang tidak stabil. Zynga memang tidak akan tutup dalam waktu dekat.
Mereka masih memiliki berbagai bentuk investasi lain yang masih akan membuat mereka bertahan. Namun, melihat kondisi sahamnya yang terus anjlok, Zynga tentu harus melakukan sebuah gebrakan baru agar bisa selamat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News