Melansir informasi dari kanal Bilibili miliknya dan catatan Guinness World Records, dalam menyelesaikan Resident Evil Requiem, Yang Binglin secara teliti mencatat setiap progres permainannya secara manual. Buku catatan tersebut berisi pemetaan puzzle yang rumit, lokasi item penting, hingga tata letak peta (layout map) yang ia jelajahi.
Ia memilih untuk memecahkan setiap tantangan di dalam game secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan internet. Proses pencatatan ini ia dokumentasikan dan bagikan melalui platform video Bilibili, yang memperlihatkan ketelitiannya dalam menganalisis gerak-gerik musuh seperti Licker dan tutorial dasar permainan.
Kegemaran Yang Binglin di dunia game dimulai sejak ia pensiun pada tahun 1996. Selama hampir tiga dekade, ia telah membangun koleksi lebih dari 500 judul game dari berbagai platform dan genre. Setiap game yang ia mainkan selalu disertai dengan dokumentasi tertulis sebagai panduan pribadinya.
Bagi Yang, bermain game bukan sekadar aktivitas individu. Ia menyatakan bahwa interaksi dengan para penonton di kolom komentar adalah motivasi utamanya. Menurutnya, menghadapi situasi sulit dalam permainan terasa lebih ringan dan menyenangkan ketika dilakukan bersama komunitas yang setia menemaninya secara daring.
Keberhasilan Yang Binglin menamatkan Resident Evil Requiem membuktikan bahwa ketekunan manual tetap relevan di era digital. Melalui buku catatan dan riset mandiri, ia menunjukkan cara unik dalam menaklukkan kompleksitas game horor modern di usia senja.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News