Path of Exile: Curse of the Allflame.
Path of Exile: Curse of the Allflame.

Path of Exile: Curse of the Allflame Rilis 24 Juli, Jelajah Kedalaman Laut Wraeclast

Mohamad Mamduh • 17 Juli 2026 10:31
Ringkasnya gini..
  • Pemain akan menaiki kapal legendaris The Sovereign untuk memburu relik berharga dan bertahan hidup dari ancaman monster bawah laut.
  • Di sepanjang perjalanan, pemain dapat memanen Dead Man's Sulphur, sumber daya penting untuk memicu sistem crafting baru bernama Allflame Crafting.
  • Bersamaan dengan peluncuran ini, GGG juga merilis paket kosmetik The Plague dan Remidus yang seluruh fiturnya kompatibel penuh dengan Path of Exile 2.
Jakarta: Grinding Gear Games (GGG) mengumumkan ekspansi terbaru mereka, Path of Exile: Curse of the Allflame. Dijadwalkan meluncur pada 24 Juli, ekspansi ini mengajak para pemain (exiles) melakukan ekspedisi berbahaya ke dasar laut beku Wraeclast yang belum pernah terjamah sebelumnya.
 
Dipandu oleh kapten bajak laut Valerie dan navigator terkutuk Vesper, pemain akan menaiki kapal legendaris The Sovereign untuk memburu relik berharga dan bertahan hidup dari ancaman monster bawah laut.
 

Bertahan di Kegelapan Abyssal

Petualangan bawah laut pada Path of Exile: Curse of the Allflame dimulai dengan turun menggunakan Bathysphere, sebuah kapal selam bertenaga Allflame. Kunci keselamatan di dasar laut terletak pada penempatan strategi Allflame Lanterns yang berfungsi menciptakan area aman sementara dari kepungan air dan monster laut.
 
Di sepanjang perjalanan, pemain dapat memanen Dead Man's Sulphur, sumber daya penting untuk memicu sistem crafting baru bernama Allflame Crafting di atas kapal The Sovereign. Melalui sistem ini, pemain dapat membagi satu item menjadi beberapa proyeksi "bayangan" hasil crafting sebelum memilih satu hasil terbaik.

Selain itu, pemain dapat memburu Ducat kuno yang langka—seperti Kishara’s Ducat, Genteel’s Ducat, dan Brinehook’s Ducat—untuk mendapatkan efek modifikasi senjata yang luar biasa kuat.
 
Ekspansi ini juga memperkenalkan Voyage Board. Setiap kali menyelesaikan ekspedisi, pemain akan mencatat peta (Chart) baru di jurnal Valerie. Peta-peta ini dapat disusun secara interaktif hingga membentuk satu rute pelayaran (Voyage) yang terdiri dari sembilan peta.
 
Setiap peta memberikan modifikasi unik, seperti mengubah jatuhan equipment menjadi emas, memanggil ubur-ubur ramah, hingga memicu kedatangan roh-roh jahat. Dengan adanya Corruption Currents yang acak, pemain dituntut kreatif menyusun tata letak peta demi memaksimalkan jarahan.
 

Kembalinya Mercenaries dan Kelas Baru Scion

Mekanik Mercenaries of Trarthus kini hadir permanen mulai dari Act 3. Pemain dapat menantang para petarung ini untuk mendapatkan emas dan menyewa jasa mereka bertarung bersama tanpa menaikkan tingkat kesulitan monster.
 
Menariknya, karakter Scion kini mendapatkan kelas Ascendancy baru bernama Luminary. Kelas ini memungkinkan Scion bertindak sebagai komandan sejati yang dapat merekrut, melengkapi persenjataan, dan mengustomisasi para Mercenaries secara permanen.
 
Grinding Gear Games juga melakukan pembenahan masif pada fitur-fitur klasik. Sistem pertempuran Abyss kini dipercepat dengan mengadopsi mekanisme dinamis dari Path of Exile 2 tanpa perlu berjalan mundur (backtracking). Sementara itu, Legion memperkenalkan reward baru berupa Enshrouding Crystals untuk mentransfer modifikasi kuat antar-item unik.
 
Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, sistem soket warna pada perlengkapan dirombak total. Pemain kini bebas memasukkan batu permata (skill gem) warna apa saja ke dalam soket yang saling terhubung.
 
Kemudian ada Pacts, kelas batu permata pengecualian (Exceptional Skill Gems) yang memberikan kekuatan destruktif besar bagi para penyihir dengan bayaran kutukan iblis yang setimpal.
 
Bersamaan dengan peluncuran ini, GGG juga merilis paket kosmetik The Plague dan Remidus yang seluruh fiturnya kompatibel penuh dengan Path of Exile 2 yang saat ini berada dalam fase Early Access.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA