Setelah menghabiskan banyak waktu di medan tempur tahun 2035, Black Ops 7 menawarkan mekanik paling inovatif dalam satu dekade terakhir, tetapi dia bukan tanpa kekurangan. Jika seri sebelumnya memperkenalkan Omnimovement (kemampuan berlari dan menyelam ke segala arah), Black Ops 7 menyempurnakannya dengan fitur utama: Wall Jump.

Mekanik ini bukan sekadar wall-running ala Black Ops 3. Ini adalah sistem pantulan fisik tempat pemain melompat ke permukaan datar dan memantul kembali. Kita dapat merangkai hingga tiga lompatan berturut-turut, menciptakan pola gerakan yang sulit diprediksi.
Dampaknya terhadap gameplay sangat masif, posisi aman (camping spots) tradisional kini nyaris punah. Musim ini, sudut aman di peta hanyalah undangan bagi musuh untuk melakukan wall jump di atas kepala dan menghujani peluru dari sudut buta.
Namun, Treyarch melakukan penyeimbangan cerdas. Tactical Sprint tidak lagi otomatis dan tanpa batas. Pemain harus mengorbankan slot Perk atau memanajemen stamina dengan hati-hati. Hal ini menciptakan kesenjangan keterampilan (skill gap) yang lebar: pemain pro akan terlihat seperti penari akrobatik mematikan, sementara pemain kasual mungkin akan merasa kewalahan oleh tempo permainan yang sangat cepat.

Diluncurkan dengan 16 peta multiplayer, Black Ops 7 tidak kekurangan konten. Desain petanya sangat dipengaruhi oleh kemampuan Wall Jump. Konsep tiga jalur klasik Treyarch kini terasa lebih berpori. Karena hampir setiap dinding bisa dipanjat atau dipantulkan, musuh bisa datang dari mana saja.
Peta seperti Blackheart (pengeboran minyak di tengah badai) dan Cortex (laboratorium bioteknologi) menonjolkan vertikalitas ini. Namun, ada kritik valid bahwa desain ini merusak aliran peta (map flow) dan kontrol wilayah, membuat mode objektif seperti Domination terasa kacau balau.

Salah satu sorotan positif adalah mode baru bernama Overload. Mode ini menggabungkan elemen Capture the Flag dan Uplink, di mana tim berebut Perangkat Overload untuk dibawa ke zona musuh. Ini adalah mode kompetitif yang sangat intens dan menuntut kerja sama tim yang solid.
Mengambil latar tahun 2035, Black Ops 7 menjauh dari estetika 90-an dan merangkul masa depan yang suram. Konflik utama terjadi antara unit elit JSOC (dipimpin oleh David Mason) dan The Guild, sebuah korporasi teknologi raksasa.

Estetika The Guild yang bersih, futuristik, dan dingin sangat kontras dengan gaya militer tradisional JSOC. Suara penyiar (announcer) Alden Dorne, CEO The Guild yang baru, memberikan nuansa korporat yang sinis saat bermain, dengan kalimat seperti "Kami tidak melatihmu untuk menyerah" saat menghidupkan kembali rekan satu tim. Meskipun narasi Endgame yang menghubungkan kampanye dan multiplayer terdengar ambisius, bagi banyak pemain, ini hanyalah latar belakang untuk grinding senjata.
Time-to-Kill (TTK) di Black Ops 7 terasa sangat cepat, diperparah dengan multiplier kerusakan headshot yang tinggi. Senjata seperti Maddox RFB (Assault Rifle) dan Dravec 45 (SMG) mendominasi meta Musim 1 karena fleksibilitasnya.

Sistem Gunsmith telah disederhanakan menjadi empat statistik utama (Firepower, Accuracy, Mobility, Handling) untuk mengurangi kebingungan, sebuah perubahan yang baik. Kembalinya sistem Classic Prestige juga menjadi kemenangan besar bagi nostalgia, memberikan pemain alasan jangka panjang untuk terus bermain demi lencana dan hadiah kosmetik eksklusif.
Sayangnya, semua inovasi gameplay di atas tertutup bayang-bayang masalah teknis yang parah saat peluncuran. Isu Netcode dan Packet Burst menjadi keluhan nomor satu komunitas.
Sering kali, server gagal menyinkronkan data tembakan musuh dengan benar (desync). Dalam shooter secepat ini, jeda milidetik adalah perbedaan antara menang dan kalah.
| PLATFORM: | PS5 |
| DEVELOPER: | Sucker Punch |
| PUBLISHER: | Sony Interactive Entertainment |
| TANGGAL RILIS: | 2 Oktober 2025 |
| GENRE: | Action-Adventure |
Kesimpulan
Call of Duty: Black Ops 7 secara mekanik, ini adalah salah satu entri paling berani dan menyenangkan yang pernah dibuat Treyarch. Sistem Wall Jump menyuntikkan energi baru yang segar ke dalam formula FPS yang sudah tua. Namun, eksekusi teknisnya—mulai dari server yang tidak stabil hingga visual yang inkonsisten—menahan potensinya untuk menjadi yang terbaik.
8
Call of Duty: Black Ops 7
Plus
- Mekanik makin seru
- Kustomisasi senjata banyak
- Peta lebih variatif
- Mode tetap kompetitif
Minus
- Performa koneksi server
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News